Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem

L

 


Advertisement

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Pemprov NTB memperkuat langkah strategis dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem, melalui Program Desa Berdaya.

Program ini dirancang untuk membangun kemandirian desa dan memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi masyarakat.

Advertisement

Desa Berdaya ini program pembangunan langsung ke desa.

“Desa Berdaya bukan sekadar proyek, tetapi kanal sinergi lintas sektor yang menyalurkan berbagai program pembangunan langsung ke desa,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB Yusron Hadi dalam kegiatan Bincang Kamisan di UPT Layanan Digital Kompleks Kantor Gubernur NTB.

Menurut Yusron, seluruh hasil verifikasi lapangan akan dibuka transparan agar publik mengetahui sejauh mana kemajuan program ini.

Advertisement

Keterbukaan informasi dan publikasi yang kuat menjadi dasar bagi masyarakat untuk turut mengawal keberhasilan program ini.

“Pemerintah Provinsi NTB menargetkan seluruh proses pendataan dan pemetaan potensi desa rampung pada akhir tahun 2025,” katanya.

Dengan dukungan pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas, Program Desa Berdaya diharapkan menjadi fondasi kuat menuju NTB tanpa kemiskinan ekstrem dan desa yang mandiri secara ekonomi dan sosial.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) NTB, Lalu Hamdi juga menegaskan, Desa Berdaya merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi berbasis desa.

 “Program ini difokuskan untuk mengentaskan kemiskinan, mewujudkan kemandirian pangan, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurutnya, Desa Berdaya dikembangkan melalui dua pendekatan utama, yaitu Desa Berdaya Tematik dan Desa Berdaya Transformatif.

Pendekatan tematik mencakup 1.166 desa dan kelurahan di seluruh NTB dengan fokus penguatan potensi sesuai tema masing-masing, seperti pertanian, pariwisata, kesehatan, dan lingkungan.

Sedangkan pendekatan transformatif menyasar 106 desa dengan jumlah penduduk miskin ekstrem terbanyak. Pada tahap pertama tahun 2026, sebanyak 40 desa akan diintervensi dengan target pendampingan sekitar 7.225 kepala keluarga.

Kadis Kominfotik NTB Yusron Hadi dalam kegiatan Bincang Kamisan di UPT Layanan Digital Kompleks Kantor Gubernur NTB.
Kadis Kominfotik NTB Yusron Hadi dalam kegiatan Bincang Kamisan di UPT Layanan Digital Kompleks Kantor Gubernur NTB.

“Pendamping desa menjadi ujung tombak. Mereka tidak hanya mendata, tetapi juga mengedukasi dan mendampingi keluarga miskin, agar menemukan potensi usaha yang sesuai. Dua tahun ke depan, kami ingin keluarga miskin ekstrem benar-benar keluar dari garis kemiskinan,” tegasnya. (lil)

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Desa Berdaya, Rancang Bangun Transformasi Kemandirian Sosial Ekonomi NTB (1)

Desa Berdaya, Rancang Bangun Transformasi Kemandirian Sosial Ekonomi NTB (1)

Program Desa Berdaya NTB mendorong desa menjadi penggerak ekonomi melalui usaha produktif untuk menekan kemiskinan ekstrem dan absolut.

Program KSB Maju Perumahan, Bupati Amar Minta Prioritas Bangun Rumah Warga Miskin Ekstrem 

Program KSB Maju Perumahan, Bupati Amar Minta Prioritas Bangun Rumah Warga Miskin Ekstrem 

Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan program kartu Sumbawa Barat maju bidang perumahan tahun ini fokus menangani masyarakat miskin

Gubernur Miq Iqbal Titip Desa Berdaya dan Hutan NTB kepada Babinsa

Gubernur Miq Iqbal Titip Desa Berdaya dan Hutan NTB kepada Babinsa

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meminta TNI mengawal Desa Berdaya untuk mengentaskan kemiskinan dan menjaga kelestarian hutan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer