Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPBD NTB Klaim Rp 15 Miliar BTT Cukup Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi (kiri) saat meninjau langsung ke lokasi jalan dan jembatan putus di Dusun Prajak, Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa belum lama ini.
Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi (kiri) saat meninjau langsung ke lokasi jalan dan jembatan putus di Dusun Prajak, Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa belum lama ini.

LombokPost - Dalam beberapa pekan terakhir, bencana hidrometeorologi menerjang sejumlah wilayah di Bumi Gora. Untuk penanganan bencana, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran di pos Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD murni 2026 di angka Rp 15 miliar. 


Advertisement

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Ahmadi mengklaim alokasi dana sebesar itu cukup ideal untuk mengatasi berbagai dinamika bencana yang terjadi di wilayah NTB. “Itu sudah cukup untuk sekarang,” ujarnya. 

Dirinya juga mengklaim, anggaran sebesar Rp 15 miliar untuk BTT mengalami peningkatan signifikkan, bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 

“Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sekarang sudah cukup besar,” tegasnya. 

Advertisement

Anggaran tersebut menjadi modal penting bagi BPBD NTB, dalam merespons cepat kejadian bencana. Kendati demikian, penanganan darurat bencana bukanlah tanggung jawab tunggal oleh pemprov semata. 

Upaya mitigasi dan respons cepat juga harus dilakukan oleh lintas sektor, artinya sinergi dari berbagai pihak.

Upaya ini turut melibatkan pemerintah pusat, hingga pemerintah kota dan kabupaten yang merupakan ujung tombak di lapangan.

Advertisement

Keterlibatan multipihak ini sangat krusial, terutama ketika bencana menimbulkan kerusakan infrastruktur vital yang membutuhkan penanganan segera. “Kita kolaborasi,” kata Ahmadi. 

Komitmen penggunaan anggaran BTT untuk penanganan infrastruktur terdampak bencana, sudah mulai terlihat dalam respons cepat di lapangan. 

Ahmadi menceritakan BPBD NTB baru saja menyelesaikan peninjauan langsung ke lokasi jalan dan jembatan yang terputus di Dusun Prajak, Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa.

Bersama tim, ia meninjau langsung tiga titik lokasi jalan dan jembatan yang putus akibat tingginya intensitas hujan yang memicu bencana cuaca ekstrem. 

Peninjauan tersebut bertujuan untuk mengukur dimensi kerusakan sebagai langkah awal penyusunan rencana penanganan.

“Ini kita lakukan sebagai bentuk tindak lanjut langsung, terhadap usulan penanganan yang mendesak,” ujarnya. 

Kerusakan infrastruktur tersebut tidak hanya berdampak pada terganggunya mobilitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi arus logistik dan aktivitas ekonomi di Dusun Prajak.

Pemprov NTB memastikan proses perbaikan akan segera dilakukan dengan memanfaatkan anggaran BTT.

Pihaknya bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait tengah mempersiapkan langkah-langkah teknis agar rehabilitasi dapat berlangsung cepat tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan.

“Sumber pendanaan utama untuk perbaikan darurat ini akan menggunakan anggaran BTT yang telah disiapkan,” jelas dia. 

Sementara itu, untuk kasus jalur terputus yang lebih besar dan bersifat strategis, seperti jalan dan jembatan di Doroncanga menuju Calabai, Kecamatan Pekat, Dompu, penanganannya berada di bawah koordinasi dan tanggung jawab Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait, dalam penanganan bencana dan infrastruktur di wilayah NTB,” tandasnya. 

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB Muhammad Jamhur menegaskan Pemprov NTB harus memastikan kesiapsiagaan fiskal. Sehingga saat bencana terjadi anggaran kedaruratan sudah siap siaga. Hal ini bukan lagi pilihan, tetapi keharusan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gedung DPRD NTB Dibangun Empat Lantai Mulai 2027

Gedung DPRD NTB Dibangun Empat Lantai Mulai 2027

Pemerintah menargetkan pembangunan fisik gedung baru DPRD NTB di awal 2027

DPRD NTB Tak Satu Suara soal Penghapusan Pokir

DPRD NTB Tak Satu Suara soal Penghapusan Pokir

Anggota DPRD NTB dari Partai Perindo M. Nashib Ikroman menampik klaim yang menyebut seluruh anggota dewan ikhlas jika anggaran pokir dihapus

Soal Penyerangan Geng Motor di Mataran, Ketua Dewan Minta Pelaku Dihukum Berat

Soal Penyerangan Geng Motor di Mataran, Ketua Dewan Minta Pelaku Dihukum Berat

Ketua DPRD dan Wagub NTB mendesak penguatan pengawasan anak, penegakan hukum, penerangan taman, serta patroli mencegah kekerasan berulang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer