Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tegas! Gubernur Iqbal Ancam Tutup SPPG yang Cari Untung Berlebih Dari Program MBG

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
HADAPI LANGSUNG: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat memberikan arahan, di hadapan massa aksi damai mendukung program MBG dilanjutkan, berlangsung di jalan Pejanggik, Mataram, Senin (22/6). (IVAN/LOMBOK POST)
HADAPI LANGSUNG: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat memberikan arahan, di hadapan massa aksi damai mendukung program MBG dilanjutkan, berlangsung di jalan Pejanggik, Mataram, Senin (22/6). (IVAN/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengancam akan menutup operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti, mengambil keuntungan tambahan di luar ketentuan pemerintah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Peringatan keras tersebut disampaikan Iqbal, saat menemui massa aksi yang menginginkan program MBG tetap dilanjutkan yang berlangsung di Mataram, Senin (22/6). 

Di hadapan massa aksi, Iqbal menegaskan tidak akan mentolerir praktik pengambilan margin tambahan yang berujung pada penurunan kualitas sajian MBG, bagi penerima manfaat.  

Advertisement

“Saya catat keseriusan ini. Kalau nanti ternyata program ini dilanjutkan dan masih ada teman-teman yang melakukan hal seperti itu, saya orang pertama yang akan bilang sama Satgas dan BGN, tangkap, tutup dapurnya,” terangnya. 

Ancaman tersebut bukan tanpa alasan. Gubernur Iqbal mengaku telah melakukan insepksi langsung, dan menemukan indikasi adanya pengelola SPPG yang berupaya mencari keuntungan tambahan, dari pengadaan bahan baku makanan. 

Advertisement

“Saya tahu, saya sudah turun ke beberapa tempat. Masih ada yang mencoba mencari margin tambahan dari bahan baku,” kata dia.

MBG merupakan program sosial yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

Karena itu, para pengelola SPPG diminta tidak menjadikan program tersebut sebagai sarana, mencari keuntungan di luar yang telah ditetapkan pemerintah.

“Ini adalah program sosial, bukan program komersial. Karena itu, jangan sampai teman-teman berusaha mencari penghasilan tambahan di luar margin yang sudah ditetapkan pemerintah,” terang pria asal Lombok Tengah tersebut. 

Iqbal menilai upaya mencari keuntungan tambahan, dengan mengurangi kualitas bahan baku atau porsi makanan, justru dapat mencoreng program yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Penyidik Periksa Korwil BGN NTB dalam Kasus Dugaan Jual Beli Titik SPPG di Lotim

Penyidik Periksa Korwil BGN NTB dalam Kasus Dugaan Jual Beli Titik SPPG di Lotim

asus penipuan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berlanjut. Penyidik Satreskrim Polres Lombok Timur (Lotim) telah memeri

Sekolah Libur, MBG Distop: BGN Klaim Hemat Insentif Rp 3,4 Triliun

Sekolah Libur, MBG Distop: BGN Klaim Hemat Insentif Rp 3,4 Triliun

BGN Siapkan Skema Klasterisasi Dapur. Refocusing Penerima Manfaat, 76 Sekolah di Jawa Bakal Dicoret. Minta program dihentikan.

Moratorium SPPG, BGN Cek Ulang Sebaran

Moratorium SPPG, BGN Cek Ulang Sebaran

BGN resmi memberlakukan moratorium pembangunan SPPG baru. Kebijakan itu berlaku secara nasional, termasuk di NTB.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer