Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi NTB Terus Menguat, Pariwisata dan Daya Beli Petani Meningkat

R
Penulis: Redaksi❯
EKONOMI: Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin (tengah) saat menyampaikan berita resmi statistik (BRS) di Mataram, Rabu (1/7). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)
EKONOMI: Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin (tengah) saat menyampaikan berita resmi statistik (BRS) di Mataram, Rabu (1/7). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - Berbagai indikator ekonomi Provinsi NTB menunjukkan tren yang semakin positif. Aktivitas pariwisata terus meningkat, daya beli petani menguat, mobilitas masyarakat semakin tinggi, dan kinerja ekspor sepanjang tahun berjalan tetap tumbuh signifikan.

Di tengah tekanan inflasi yang dipicu penyesuaian harga energi dan beberapa komoditas pangan, perekonomian Provinsi NTB dinilai masih bergerak pada jalur yang positif.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB Wahyudin mengatakan, perkembangan berbagai indikator ekonomi hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap tumbuh.

Menurut Wahyudin, tekanan inflasi yang terjadi belum mengganggu pergerakan sektor-sektor produktif yang menjadi penopang utama perekonomian daerah.

“Secara umum, berbagai indikator menunjukkan perkembangan yang positif. Daya beli petani meningkat, sektor pariwisata terus bergerak, mobilitas masyarakat bertambah, dan aktivitas perdagangan luar negeri masih memberikan kontribusi yang baik terhadap perekonomian NTB," jelas Wahyudin saat menyampaikan berita resmi statistik (BRS) di Mataram, Rabu (1/7).

Advertisement

BPS mencatat inflasi tahunan (year-on-year) NTB pada Juni 2026 sebesar 3,55 persen, dengan inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,37 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 2,12 persen.

Menurut Wahyudin, inflasi Juni terutama dipengaruhi oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Turbo, yang berdampak pada meningkatnya tarif angkutan udara.

Selain itu, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih, cumi-cumi, dan kubis juga turut memberikan andil terhadap inflasi.

Namun demikian, tekanan inflasi tersebut masih dapat diredam oleh turunnya harga beberapa komoditas strategis seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan emas perhiasan.

Meningkatnya pasokan hasil panen di sejumlah daerah menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga stabilitas harga pangan.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Lobar Gali Strategi Pengendalian Inflasi dan Penguatan PAD

Pemkab Lobar Gali Strategi Pengendalian Inflasi dan Penguatan PAD

Pemkab Lobar melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Badung, Bali. Kunjungan ini bertujuan pelajari strategi kendalikan inflasi.

DKP Lombok Timur Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

DKP Lombok Timur Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Lotim bersama sejumlah instansi terkait menggelar pasar murah di Kantor Camat Selong untuk memperingati hari pangan.

GPIPS 2026, BI NTB Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi dan Pangan Alternatif

GPIPS 2026, BI NTB Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi dan Pangan Alternatif

Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan diversifikasi konsumsi pa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer