
LombokPost-Rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, masih menunggu penyelesaian master plan yang ditargetkan rampung dalam sebulan ke depan. “Kami target selesai sebulan lagi,” kata Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) NTB Muhamad Ihwan, Kamis (8/10).
Master plan disusun Pemprov NTB, Pemkab Loteng dan Universitas Mataram (Unram). Penyusunan master plan tidak dilakukan secara parsial. Pemerintah ingin memastikan penataan kembali Sade dilakukan secara komprehensif agar kawasan tersebut bisa dibangun menjadi lebih baik.
“Jadi tentu memerlukan persiapan, penelitian, kajian terkait dengan berbagai komponen untuk membangun kembali,” jelasnya.
Baca Juga: LPS Salurkan Sembako dan APAR untuk Warga Sade melalui MIM Foundation
Sambil menunggu master plan rampung, warga Sade tetap diperbolehkan melakukan pembangunan. Namun, pembangunan tersebut untuk sementara dibatasi pada bagian atap bangunan.
Setelah itu, pemerintah akan melanjutkan dengan pembenahan berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya instalasi listrik dan air yang akan dirapikan, mengikuti penataan kawasan dalam master plan.
Menurut Ihwan, penyusunan master plan juga tidak hanya menyangkut aspek fisik kawasan. Pemerintah turut menyiapkan sumber daya manusia (SDM), agar masyarakat Sade siap menjalankan kembali aktivitas kebudayaan dan pariwisata setelah proses rekonstruksi berjalan.
“Artinya kita melakukan kurasi ulang terhadap kegiatan kebudayaan, kegiatan pariwisata, menyiapkan masyarakatnya siap untuk memulai lagi,” katanya.
Persiapan tersebut juga mencakup pelatihan kepada masyarakat mengenai penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) serta sosialisasi terkait keamanan.
Ihwan menargetkan master plan selesai pada November, dengan catatan tidak ada kendala yang menghambat proses penyusunannya.
Sebab, menurut dia, kondisi sosial di Desa Adat Sade juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam penataan kembali kawasan tersebut.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




