Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Master Plan Penataan Kawasan Desa Adat Sade Ditarget Rampung November

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
MENUJU PULIH: Masyarakat membangun kembali rumah dengan arsitektur tradisional di kawasan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)
MENUJU PULIH: Masyarakat membangun kembali rumah dengan arsitektur tradisional di kawasan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, masih menunggu penyelesaian master plan yang ditargetkan rampung dalam sebulan ke depan. “Kami target selesai sebulan lagi,” kata Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) NTB Muhamad Ihwan, Kamis (8/10).

Master plan disusun Pemprov NTB, Pemkab Loteng dan Universitas Mataram (Unram). Penyusunan master plan tidak dilakukan secara parsial. Pemerintah ingin memastikan penataan kembali Sade dilakukan secara komprehensif agar kawasan tersebut bisa dibangun menjadi lebih baik.

“Jadi tentu memerlukan persiapan, penelitian, kajian terkait dengan berbagai komponen untuk membangun kembali,” jelasnya. 

Sambil menunggu master plan rampung, warga Sade tetap diperbolehkan melakukan pembangunan. Namun, pembangunan tersebut untuk sementara dibatasi pada bagian atap bangunan. 

Setelah itu, pemerintah akan melanjutkan dengan pembenahan berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya instalasi listrik dan air yang akan dirapikan, mengikuti penataan kawasan dalam master plan. 

Advertisement

Menurut Ihwan, penyusunan master plan juga tidak hanya menyangkut aspek fisik kawasan. Pemerintah turut menyiapkan sumber daya manusia (SDM), agar masyarakat Sade siap menjalankan kembali aktivitas kebudayaan dan pariwisata setelah proses rekonstruksi berjalan. 

“Artinya kita melakukan kurasi ulang terhadap kegiatan kebudayaan, kegiatan pariwisata, menyiapkan masyarakatnya siap untuk memulai lagi,” katanya. 

Persiapan tersebut juga mencakup pelatihan kepada masyarakat mengenai penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) serta sosialisasi terkait keamanan. 

Ihwan menargetkan master plan selesai pada November, dengan catatan tidak ada kendala yang menghambat proses penyusunannya.

Sebab, menurut dia, kondisi sosial di Desa Adat Sade juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam penataan kembali kawasan tersebut.

Advertisement
Editor : Jelo J
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Butuh Rp 250 Juta untuk Display Museum Sade

Butuh Rp 250 Juta untuk Display Museum Sade

Museum Sade masih dipersiapkan, dengan konsep lima subtema dan koleksi sejarah, budaya, kebakaran, hingga kebangkitan Sade.

 Pemkab Loteng Bantu Perlengkapan Sekolah Anak Sade

Pemkab Loteng Bantu Perlengkapan Sekolah Anak Sade

Wabup Loteng M Nursiah menyalurkan bantuan paket peralatan sekolah bagi anak-anak yang terdampak musibah kebakaran di Desa Wisata Sade

Sumbangan Sapo Development untuk Warga Sade Sudah Ditransfer

Sumbangan Sapo Development untuk Warga Sade Sudah Ditransfer

Dana donasi Rp 2 miliar dari investor Alvaro dari Sapo Development, untuk rekonstruksi Desa Wisata Sade dipastikan telah ditransfer

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer