Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Peluang Besar! Ada 12 Ribu Lowongan Kerja di Turki

nur cahaya • Rabu, 26 Februari 2025 | 18:44 WIB

 

I Putu Gede Aryadi
I Putu Gede Aryadi
 

LombokPost-Peluang kerja ke Turki terbuka lebar bagi masyarakat NTB. Saat ini, tersedia 12 ribu lowongan kerja di berbagai sektor.

"Total ada 12 ribu job order khusus dari Turki saja," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Putu Gede Aryadi.

Sektor yang dibutuhkan antara lain pembantu rumah tangga, barista, dan pekerja lainnya. Namun, calon tenaga kerja harus melalui tes seleksi.

"Tidak hanya skill, tetapi juga bahasa, terutama bahasa Inggris," ujarnya.

Banyak calon pekerja gagal karena keterbatasan bahasa. Padahal, keterampilan dan pengalaman menjadi modal awal agar lebih siap bekerja di luar negeri.

"Sama seperti di Jepang, di negara itu bahasa dan skill diutamakan," tambahnya.

Untuk itu, pelatihan bagi calon pekerja migran (PMI) dari NTB menjadi penting guna meningkatkan kualitas tenaga kerja.

"Di Balai Latihan Kerja (BLK) tersedia berbagai pelatihan, tetapi pengelolaannya sudah dialihkan ke pemerintah pusat. Anggaran pelatihannya pun terbatas," jelasnya.

Ia berharap pemerintah pusat memberikan dukungan anggaran lebih besar agar masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri bisa mengasah keterampilan mereka.

"Tenaga kerja kita sebenarnya berkualitas, hanya terkendala bahasa," ungkapnya.

Bahasa Inggris menjadi dasar sebelum mempelajari bahasa lain, seperti Jepang atau bahasa negara tujuan lainnya.

"Penguatan bahasa ini sebaiknya dimulai sejak Sekolah Dasar," ujarnya.

Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar menegaskan, PMI adalah penyumbang devisa yang seharusnya mendapat pelayanan terbaik.

"Kami upayakan pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri bisa gratis," kata Muazzim.

Namun, pekerja yang diberangkatkan harus memiliki kualitas dan kapasitas yang baik, bukan sekadar dikirim tanpa pelatihan.

"Kebanyakan yang berangkat secara ilegal itu tidak melalui pelatihan lebih dulu," katanya.

Muazzim juga menyoroti pentingnya pengawasan administrasi, termasuk dalam proses pembuatan paspor di Imigrasi.  "Saat wawancara pembuatan paspor, harusnya lebih detail ditanyakan pekerjaannya di mana," tandasnya. (arl/r7)

Editor : Kimda Farida
#blk #kapasitas #PMI #pelatihan #pemerintah #Anggaran #kualitas #jepang #Tenaga Kerja #Seleksi