LombokPost - Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTB pada tahun 2025 mengalami peningkatan di seluruh dimensi pembentuknya.
Kepala BPS NTB Wahyudin menyampaikan peningkatan ini terjadi pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, dimensi pengetahuan, serta dimensi standar hidup layak.
“Pertumbuhan IPM Provinsi NTB tahun 2025 menunjukkan percepatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Seluruh dimensi pembentuk IPM mengalami peningkatan,” jelasnya dalam paparan, Rabu (5/11).
Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2025 memiliki harapan hidup hingga 72,60 tahun, meningkat 0,35 tahun dibandingkan bayi yang lahir pada tahun sebelumnya.
Data tersebut bersumber dari hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 (SP2020-LF). Peningkatan harapan hidup ini turut dipengaruhi oleh berbagai program kesehatan yang dijalankan Pemprov NTB.
“Salah satunya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mulai dilaksanakan sejak Februari 2025 di seluruh kabupaten/kota dengan tingkat partisipasi masyarakat mencapai 92,26 persen,” terangnya.
Selain itu, upaya penurunan angka stunting juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Bappeda Provinsi NTB, prevalensi stunting di NTB berhasil turun sebesar 8,05 persen dalam lima tahun terakhir, yakni dari 37,85 persen pada 2019 menjadi 29,8 persen pada 2024.
Bahkan, data e-PPGBM menunjukkan penurunan yang lebih signifikan, yaitu sebesar 13,68 persen sejak tahun 2019 hingga 2024.
Kemudian. Pada dimensi pengetahuan, kualitas pendidikan di NTB juga terus meningkat. Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun naik menjadi 13,99 tahun pada 2025, meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas naik dari 7,87 tahun menjadi 8,21 tahun, atau meningkat 0,34 tahun. Data ini diperoleh dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret.
“Kemajuan di bidang pendidikan ini turut didorong oleh peningkatan mutu kelembagaan pendidikan,” tegas Wahyudin.
Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur NTB Tahun 2024, persentase satuan pendidikan yang terakreditasi A dan B mencapai 90 persen.
Selain itu, Angka Partisipasi Sekolah (APS) di seluruh jenjang pendidikan dalam lima tahun terakhir juga menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.
Selanjutnya, pada dimensi standar hidup layak, peningkatan juga tercermin dari kenaikan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun, sebesar Rp 316 ribu atau 2,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini juga bersumber dari Susenas Maret.
Secara keseluruhan, peningkatan IPM Provinsi NTB tahun 2025 menunjukkan hasil positif, dari berbagai program pembangunan manusia yang dijalankan pemerintah daerah, bersama instansi terkait.
Percepatan pertumbuhan IPM ini mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat NTB dari aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
“Dengan peningkatan di semua dimensi pembentuk IPM, kami optimistis pembangunan manusia di NTB akan terus bergerak ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan,” tandasnya.
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menegaskan berkaitan dengan penanganan stunting, pentingnya gerakan yang masif dan terstruktur dari seluruh elemen, mulai dari OPD, tenaga kesehatan, hingga kader posyandu melalui kunjungan rumah dan pendataan yang rutin.
“Untuk Pak Bupati dan Wabup, kami harapkan dukungan agar gerakan bersama ini harus memiliki semangat yang sama,” tegasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam