Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Benahi PT GNE, Percepat Pembentukan PT NTB Capital, Tumbuhkan Usaha dan Peningkatan PAD

Lombok Post Online • Rabu, 17 Desember 2025 | 11:45 WIB

 

Najamuddin Amy
Najamuddin Amy
 

LombokPost - Pemerintahan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wagub Indah Dhamayanti juga fokus pada pembenahan perusahaan daerah.

Di antaranya adalah membenahi PT Gerbang NTB Emas (GNE) dan percepatan pembentukan PT NTB Capital.

Persiapan pendirian PT NTB Capital terus dibahas secara intensif. Tujuannya untuk merestrukturisasi paradigma berbisnis Pemerintah Provinsi NTB supaya aman secara politik, legal, dan sound secara bisnis.

“Selain program Desa Berdaya, salah satu flagship yang tiap hari selalu saya pikirkan adalah NTB Capital ini,” kata Gubernur Miq Iqbal.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB Najamuddin Amy menegaskan, proses administrasi pembentukan PT NTB Capital telah berjalan sesuai arahan.

Selain itu, Dr Najam -sapaan akrab Najamuddin Amy- menegaskan, Biro Ekonomi Setda NTB akan menjalankan arahan Gubernur NTB terkait pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Sesuai tupoksi, bersama dengan pengurus BUMD kami sudah menyusun timeline agenda sampai dengan Desember 2025. Seluruh agenda dan tahapan sudah kami laporkan dan kami optimis akan berjalan baik dan lancar,” katanya.

Pemprov NTB juga sudah melakukan pembahasan bersama Direktur BUMD Kemendagri terkait proses pendirian PT NTB Capital. Mulai dari penentuan usaha utama, pernyertaan modal, hingga usaha pendukungnya.

Saat ini, Provinsi NTB sudah memiliki sejumlah BUMD. Di bidang pembiayaan ada Bank NTB Syariah dan BPR. Bidang penjaminan kredit ada Jamkrida dan aneka usaha ada PT Gerbang NTB Emas (GNE).

PT NTB Capital ini berfungsi sebagai stimulan dan pemberi jaminan terhadap proyek strategis dan investasi yang masuk ke Provinsi NTB. Semua BUMD di sektor keuangan akan dilebur dan dikonsolidasikan ke dalam satu entitas utama yakni Bank NTB Syariah.

GNE Harus Sehat

Sementara itu, Dr Najam memimpin rapat pra RUPS dan telaah rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) PT GNE. Rapat dihadiri unsur Inspektorat, Biro Hukum, Bappenda, Bappeda, BPKAD, Tim Pembinaan BUMD Biro Perekonomian, serta akademisi tim kajian/telaah.

Rapat tersebut menjadi momentum penting pasca penambahan penyertaan modal dari Pemprov NTB yang diharapkan menjadi titik awal penyehatan PT GNE.

Dr Najam juga menyampaikan arahan gubernur NTB agar PT GNE segera bangkit dan kembali on the track sebagai BUMD yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.

PT GNE diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta memberi manfaat bagi daerah, dunia usaha, dan masyarakat NTB.

Dr Najam juga menegaskan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan, administrasi, dan dokumentasi sebagai langkah mitigasi risiko serta upaya mengamankan perusahaan dari potensi permasalahan hukum dan pemeriksaan aparat pengawas.

Seluruh proses pembenahan diminta untuk dikawal bersama oleh tim evaluator lintas perangkat daerah melalui pembinaan dan pendampingan teknis yang berkelanjutan.

Plt. Direktur Utama PT GNE Anas Amrullah juga memaparkan kondisi perusahaan, laporan pertanggungjawaban, rencana kerja perusahaan, serta hasil evaluasi kinerja.

Dari hasil evaluasi tersebut, disampaikan adanya sejumlah rekomendasi yang harus ditindaklanjuti sebagai bagian dari proses perbaikan manajemen dan kinerja perusahaan.

Kondisi keuangan perusahaan saat ini menunjukkan tren perbaikan dibandingkan periode sebelumnya. Manajemen berkomitmen untuk menyajikan laporan keuangan yang akuntabel dan transparan sebagai dasar pengambilan kebijakan dan penguatan kepercayaan pemegang saham.

Dalam rencana kerja ke depan, PT GNE diarahkan untuk fokus pada penguatan core business, khususnya pada sektor produksi material beton, serta melakukan efisiensi operasional dengan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU), penyusunan business plan jangka menengah, serta penerapan asas kehati-hatian menjadi penekanan utama dalam pembahasan rapat.

Sejumlah masukan strategis juga disampaikan oleh peserta rapat, antara lain terkait penyelesaian kewajiban perusahaan, penataan pola sewamenyewa aset yang harus melalui mekanisme penilaian yang sah, penegasan roadmap penyertaan modal BUMD, serta pentingnya pendampingan dalam penyelesaian temuan hasil pemeriksaan dan pengelolaan aset daerah yang dipisahkan.

“RUPS Luar Biasa (RUPS LB) PT GNE akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan direncanakan akan dihadiri langsung Gubernur NTB,” kata Dr Najam.

Proses perbaikan dan penyehatan PT GNE merupakan ikhtiar bersama untuk mewujudkan BUMD NTB yang lebih kuat, transparan, dan berdaya saing di masa mendatang. (lil/r3)

Editor : Marthadi
#BUMD #desa berdaya #GNE #NTB #Kredit