LombokPost - Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan jaminan ketenangan bagi masyarakat menjelang bulan suci Ramadan 1447 H.
Setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Renteng pada Selasa (24/2/2026), Bulog memastikan stok pangan strategis dalam kondisi sangat aman dan harga tetap terkendali.
Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengungkapkan bahwa cadangan beras saat ini mencapai 156 ribu ton.
Jumlah tersebut dinilai sangat fantastis karena cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu tahun ke depan.
"Alhamdulillah, stok kita sangat aman. Bahkan untuk Ramadan dan Idulfitri tentu sangat cukup," ujar Mara Kamin usai sidak bersama Satgas Pangan dan Polda NTB.
Selain beras, stok minyak goreng juga dipastikan aman dengan ketersediaan mencapai 307 ribu liter.
Bulog secara rutin mendatangkan pasokan dari Surabaya untuk menjaga stabilitas harga di pasar agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Untuk meredam potensi lonjakan harga di tengah masyarakat, Bulog konsisten menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan mematok harga beras medium di angka Rp12.500 per kilogram.
Selain itu, Bulog juga bersiap menyalurkan bantuan pangan pada bulan Maret mendatang dengan kenaikan kuota penerima manfaat hingga 46 persen dibandingkan tahun lalu.
Bulog juga terus melakukan pengadaan beras di seluruh kabupaten/kota di NTB, terutama di daerah yang sudah memasuki masa panen.
Meski panen tahun ini disebut tidak terjadi secara serentak, pengadaan tetap berjalan guna memperkuat cadangan pemerintah.
Dalam sidak tersebut, Bulog juga memantau harga minyak goreng, khususnya Minyak Kita yang telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurut Regar, minyak yang disuplai Bulog dijual sesuai ketentuan pemerintah.
Saat ini, stok minyak goreng Bulog NTB mencapai sekitar 307 ribu liter dan diperkirakan mencukupi hingga Maret 2026.
Editor : Kimda Farida