
LombokPost - Industri otomotif dunia kembali dikejutkan dengan kebangkitan salah satu nama ikonik, Freelander.
Namun kali ini berbeda dengan pendahulunya yang dikenal sebagai SUV klasik.
Freelander lahir kembali pada Maret 2026 sebagai merek mandiri yang fokus sepenuhnya pada kendaraan listrik (EV) premium.
Baca Juga: Siap Mengaspal, 72 Mobil Listrik Jadi Fasilitas Kendaraan Dinas Kepala OPD Pemprov NTB
Kebangkitan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Jaguar Land Rover (JLR) dan Chery.
Langkah ini menandai pergeseran besar dalam strategi JLR. Freelander kini diposisikan sebagai entitas baru yang menjembatani warisan desain klasik Inggris dengan kecanggihan manufaktur dan teknologi energi baru dari China.
Dalam kerja sama ini, JLR berperan penting dalam menjaga karakter desain serta nuansa premium yang menjadi identitas merek tersebut.
Sementara itu, Chery fokus pada percepatan produksi dan pengembangan teknologi kendaraan listrik.
Model perdana Freelander dijadwalkan akan memulai debut globalnya di Shanghai pada paro kedua tahun 2026.
Selanjutnya akan merambah pasar internasional seperti Timur Tengah dan potensi ekspansi ke wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Model konsep pertama Freelander tidak hanya menonjolkan sisi estetika, tetapi juga membawa spesifikasi teknis mutakhir yang siap bersaing di kelasnya. Salah satu keunggulannya adalah penggunaan arsitektur platform 800V. Ini memungkinkan pengisian daya baterai dilakukan jauh lebih cepat dibandingkan standar mobil listrik saat ini.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




