LombokPost – Tangan Muhammad Nur Halid Afriandani tampak teliti memeriksa detail rangka motor di bengkelnya.
Di bawah bendera usaha yang dirintis sejak 2020, deretan motor tua disulap menjadi unit custom berkelas yang kini peminatnya merambah hingga ke mancanegara.
Perjalanan Halid tidak instan. Sebelum mampu memproduksi sendiri, ia adalah seorang reseller. Dalam sebulan, ia bisa 15 kali bolak-balik Lombok-Bali hanya untuk mengambil unit motor pesanan.
“Lama-lama saya pikir, di kapal itu capek bolak-balik. Saya terpantik, kalau teman-teman di Bali dan Jawa bisa buat, kenapa saya tidak,” kenang Halid.
Bermodal semangat belajar otodidak, ia mulai membeli mesin las dan grinder. Motor-motor yang sudah jadi dibongkarnya total untuk dipelajari polanya.
Kini, jerih payah itu terbayar lunas. Bengkelnya tak pernah sepi dari raungan mesin motor custom seperti Yamaha Byson, Honda New Megapro, hingga Kawasaki Ninja.
Melalui kekuatan media sosial, monster kreasi Halid kini meluncur di aspal berbagai daerah. Bahkan pesanan pun mengalir dari Timor Leste hingga Singapura.
“Saya (bahkan, Red) ditawari kerja di Singapura untuk mengajar di bengkel mereka. Tapi saya tolak, karena di sini saja saya sudah kewalahan melayani pesanan,” bebernya.
Kesuksesan Halid bukan hanya soal angka omzet yang mencapai Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per bulan. Lebih dari itu, ia berhasil menyulap lingkungannya menjadi klaster ekonomi kreatif.
Saat ini, ia mempekerjakan sekitar 20 orang pemuda yang merupakan keluarga dan warga sekitar.
Dalam satu bulan, Halid menargetkan produksi sebanyak 10 unit motor. Satu unit motor custom siap pakai dibanderol kisaran Rp 17 juta.
“Kalau tidak ada antrean, 10 hari sudah finish. Tapi karena sekarang pesanan membeludak, pelanggan harus sabar menunggu antrean hingga tiga bulan,” jelasnya.
Meski bebas melakukan modifikasi sesuai selera konsumen, Halid tetap memegang prinsip keamanan dan legalitas.
Ia sangat berhati-hati pada bagian nomor rangka dan mesin. Dikatakannya, untuk motor matik pengerjaannya memang lebih rumit karena harus buat rangka total. Pengerjaannya bisa memakan waktu 2-3 bulan.
“Kalau motor sport, kami ambil bagian belakang saja, depannya tetap asli karena nomor rangka tidak berani kami ubah,” pungkasnya.
Editor : Marthadi