Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Nanang Samodra Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di KLU

Wahyu Prihadi • Selasa, 4 April 2023 | 18:12 WIB
Photo
Photo
TANJUNG- Anggota MPR RI H Nanang Samodra mengunjungi MTs Nurul Iman NW, Desa Salut, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

 

Kedatangan politisi Demokrat itu terkait sosialisasi empat pilar MPR. Kegiatan diikuti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat setempat. Tak ketinggalan para guru, dan siswa madrasah. "Kegiatan bertempat di aula MTs Nurul Iman, Dusun Lokok Beru, Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Selasa (21/3)," jelasnya.

 

Selaku narasumber, pria bergelar doktor ini memaparkan panjang lebar mengenai Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan BhinekaTunggal Ika. "Dengan fokus penekanan pada proses, terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelasnya pada Lombok Post.

 

Ditegaskan, Bangsa Indonesia lahir dan bangkit melalui sejarah perjuangan masyarakat melawan penjajah Belanda dan Jepang. Turut disoroti, kemegahan dan kejayaan Nusantara seperti Sriwijaya dan Majapahit, yang sirna dan hancur tanpa sisa.

 

Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit merupakan sejarah awal pengenalan wilayah kepulauan Nusantara. "Inilah yang kelak menjadi tanah air Bangsa Indonesia," katanya.

 

Sebutan Nusantara sendiri, diberikan seorang pujangga pada masa Kerajaan Majapahit. Kemudian nama ini diubah oleh pemerintah Belanda menjadi Hindia Belanda.

 

Kata Indonesia berasal dari bahasa Latin indus dan nesos yang berarti India dengan pulau-pulau. Indonesia merupakan sebutan yang diberikan untuk pulau-pulau yang ada di Samudra India sebagai satuan pulau yang disebut dengan Indonesia.

 

Seorang mahasiswa bernama Earl James Richardson Logan menggunakan Indonesia sebagai sinonim untuk kepulauan Hindia. Namun di kalangan akademik Belanda, enggan untuk menggunakan istilah Indonesia. Mereka kata Nanang lebih menyukai menggunakan istilah Malaische Archipel.

 

Kemudian Adolf Bastian dari Universitas Berlin mempolulerkan nama Indonesia melalui bukunya Indonesiens oder die inseln des malayischen arcipels (1884-1894). Sedangkan sarjana Bahasa Indonesia pertama yang menggunakan nama Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). "Yakni ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda dengan nama Indonesisch Pers-Bureau di tahun 1913," jelas Nanang pada para undangan.

 

Pada tahun 1928, lahirlah Sumpah Pemuda. Yaitu golongan pemuda yang menghendaki persatuan. Bertujuan mencanangkan cita-cita kemerdekaan, dan memperjuangkan Indonesia merdeka. Sumpah Pemuda inilah yang menjadi cikal bakal pendorong perjuangan kemerdekaan Indonesia yang semakin tegas memperkuat persatuan nasional. Sebagai bekal yang makin kuat menuju cita-cita kemerdekaan Indonesia.

 

Turut dijelaskan, saat Perang Dunia II berlangsung 1942, Jepang mendarat di Indonesia. Belanda menyerah kepada tentara Jepang pada tanggal 9 Maret 1942.

 

Bangsa Indonesia terus melakukan perlawanan terhadap Jepang dan perlawanan tetap berlanjut sampai tentara Jepang terdesak oleh Sekutu. Lalu pada 29 April 1945, pemerintah Jepang membentuk sebuah badan yang bertugas menyelidiki kemungkinan Indonesia Merdeka.

 

Kegiatan penyelidikan kemungkinan kemerdekaan Indonesia ditingkatkan menjadi persiapan kemerdekaan Indonesia. Dilakukan dengan merumuskan dasar negara sebagai landasan negara yang akan dibentuk.

 

Pada tanggal 14 Agustus 1945, melalui radio Suara Amerika, diberitakan bahwa Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom. Menyebabkan pemerintah Jepang menyerah kepada Sekutu.

 

"Ketika terjadi kekosongan kekuasaan karena Jepang telah menyerah, dan tentara Sekutu belum mendarat di Indonesia, rakyat Indonesia yang diwakili oleh para tokoh pejuang bangsa berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945," jelas Nanang, dan diperhatikan dengan penuh konsentrasi oleh para undangan yang hadir.

 

Proklamasi merupakan momentum pembebasan dan berakhirnya penjajahan. Mengantarkan rakyat Indonesia untuk memulai kehidupan bernegara, dan melanjutkan cita-cita perjuangan sebagai Negara Indonesia yang merdeka.

 

"Saya sangat senang, karena peserta antusias dalam mengajukan pertanyaan, " imbuhnya.

 

Seperti terkait Kepulauan Indonesia yang merupakan wilayah yang terdiri atas kumpulan berbagai pulau-pulau. Yang sudah ada sejak zaman dahulu meski pun dengan nama dan istilah yang berbeda-beda. Apa kaitan antara kepulauan Indonesia dengan Wawasan Nusantara?

 

Kemudian, bagaimana sikap pemerintah Belanda selaku penjajah terhadap para pemuda pada saat Sumpah Pemuda berlangsung saat itu? Karena kegiatan Sumpah Pemuda itu menurut peserta kegiatan merupakan hal yang sangat berani dan heroik untuk dijadikan contoh bagi para pemuda masa kini.

 

Dalam berbagai diskusi ada pendapat yang mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia itu sebenarnya merupakan hadiah dari Pemerintah Jepang. Terbukti bahwa Pemerintah Jepang lah yang meminta kepada para pejuang Indonesia untuk menyelidiki tentang kemungkinan kemerdekaan Indonesia sebelum Jepang, dikalahkan oleh Sekutu. "Ada penanya yang mohon diberikan pencerahan bagaimana kebenaran atas pendapat tersebut," jelasnya.

 

Lalu, dalam Sumpah Pemuda, selain bersumpah, bertanah air satu dan berbangsa satu, juga berbahasa satu. Bagaimana riwayatnya sehingga bahasa Melayu dijadikan sebagai bahasa Indonesia, mengingat negara Indonesia sangat luas dan, terdiri atas pulau-pulau yang memiliki bahasa yang sangat banyak dan beragam.

 

Pertanyaan lain, mengapa Pemerintah Belanda bersikeras untuk masuk kembali menjajah Indonesia. Padahal pada saat itu mereka mengetahui bahwa Indonesia telah merdeka.

 

Berbagai pertanyaan yang muncul kala itu mendorong terjadinya diskusi seru. Nanang dengan sabar menjawab satu demi satu, berdasar fakta sejarah yang ada. (yuk/r9/*) Editor : Wahyu Prihadi
#mpr ri #H Nanang Samodra #Partai Demokrat