LombokPost-Ratusan murid SDN 1 Ampenan melakukan skrining jantung di sekolah setempat, selasa (12/12). Deteksi dini gangguan jantung bagi murid kelas V dan VI untuk mengetahui faktor risiko jantung.
”Pentingnya deteksi dini penyakit jantung mengingat penyakit jantung merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia,” kata Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) NTB HL Hamzi Fikri.
Selain skrining penyakit jantung rematik (PJR). Juga dilakukan skrining mata dan pengenalan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Kegiatan ini bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki), Rumah Sakit Mata Mataram, dan Fakultas Kedokteran Unram.
Dian Asriana dari Perki NTB mengatakan, para murid melakukan skrining jantung rematik yang menyerang katup jantung dan menyebabkan kebocoran.
”Jadi bakteri didapat dari infeksi saluran pernapasan dan kulit yang banyak terjadi di anak-anak usia sekolah,” jelasnya.
Dia menjelaskan, kuman dari bakteri bisa menyebar ke seluruh tubuh dan nyangkut di katup jantung yang menyebabkan bocor. Ini banyak terjadi di anak sekolah.
”Jadi kita skrining anak-anak untuk melihat ada penyakit jantung rematik atau tidak,” katanya.
Biasanya penyakit jantung rematik ini kerap kali tidak disadari. Pada usia 20 tahun ke atas baru ditahu jika ada penyakit ini. ”Kalau dari awal ditemukan ada penyakit ini bisa dilakukan penanganan lebih dini untuk mencegah terjadinya kebocoran,” ujarnya.
Penyakit jantung rematik identik ada di anak-anak usia sekolah dan terdeteksi pada usia 20 tahun dan kondisinya sudah parah.
Kepala Sekolah SDN 1 Ampenan Suharni mengucapkan terima kasih atas pemeriksaan gratis jantung rematik dan mata di sekolah. ”Ini sangat bagus untuk melihat kondisi jantung anak,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post