LombokPost--Perkembangan teknologi membuat media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda.
Namun, penggunaan media sosial tanpa literasi yang cukup dapat menimbulkan risiko, mulai dari penyebaran hoaks, perundungan daring, pencurian data pribadi, hingga terbentuknya jejak digital negatif.
Menyadari hal ini, mahasiswa KKN PMD Literasi Universitas Mataram menggelar kegiatan Sosialisasi Bijak Bermedia Sosial bertema Membangun Jejak Digital Positif dan Aman di Era Digital, Rabu (13/8) di Pondok Pesantren Hikmatusysyarief NWDI Selat, Desa Selat, Lombok Barat.
Ketua pelaksana menjelaskan, pembekalan ini penting meski akses gawai di pondok terbatas.
Baca Juga: Akademisi Unram: Kampung Lobster Dibayangi Penyelundupan Benih
“Suatu saat santri akan terjun ke dunia digital. Dengan pembekalan bijak bermedia sosial ini, mereka akan mampu menghindari dampak negatif dan membangun jejak digital positif,” ujarnya.
Materi sosialisasi dibagi menjadi empat fokus utama: menjaga privasi dan keamanan akun, menghindari konten negatif dan hoaks, menerapkan etika komunikasi di dunia maya, dan membangun jejak digital positif lewat unggahan bermanfaat.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Pemateri mengajak santri berdiskusi, memecahkan studi kasus, dan mengikuti kuis.
Salah satu santri bertanya cara mengurangi penggunaan media sosial di rumah.
Pemateri menjawab, “Mulailah menghapus aplikasi yang paling sering dibuka, agar waktu lebih banyak untuk hal bermanfaat.”
Baca Juga: Rumah Literasi KKN UNRAM Bangkitkan Minat Baca Anak Desa Montong Are
Kegiatan bijak bermedia sosial ini sejalan dengan program nasional literasi digital.
Data Kominfo menunjukkan Indeks Literasi Digital Indonesia terus meningkat, namun perlu percepatan di kalangan generasi muda, termasuk santri.
Pengasuh pondok mengapresiasi kegiatan ini.
“Walau jarang memegang HP, santri kami perlu bekal agar bijak bermedia sosial dan mampu menjaga jejak digital positif,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan santri menjadi generasi literat digital yang aman, beretika, dan siap memanfaatkan media sosial untuk dakwah, belajar, dan berkarya.
Bijak bermedia sosial bukan hanya soal aman, tetapi juga tentang membangun citra diri yang positif di dunia maya.
Editor : Kimda Farida