LombokPost - Wakaf uang dan saham terus dimasifkan di Kota Mataram. Kali ini, MAN 1 Mataram menggencarkan sosialisasi wakaf uang dan saham bagi guru serta pegawai. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan Mataram sebagai kota wakaf yang kini diakui secara nasional.
Sosialisasi wakaf uang dan saham tersebut dibuka langsung Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram Hamdun, didampingi Kepala MAN 1 Mataram Lalu Syauki. Untuk memperkuat pemahaman teknis, materi wakaf saham disampaikan perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hamdun menegaskan, peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat penting dalam mendukung program Mataram sebagai kota wakaf. Apalagi, Kota Mataram telah dikenal sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan wakaf terbaik di Indonesia. Melalui instrumen wakaf uang dan saham, ASN diberikan kemudahan untuk beramal jariyah dengan skema yang terukur dan profesional.
“Wakaf ini berbeda dengan infak. Kalau wakaf, pokoknya tetap dan tidak boleh hilang, hanya manfaatnya yang diambil untuk umat,” ujar Hamdun.
Kepala MAN 1 Mataram H Lalu Syauki menuturkan, Kota Mataram baru saja meraih penghargaan nasional sebagai Kota Wakaf Uang dari Kementerian Agama. Prestasi itu, kata dia, harus menjadi momentum untuk memperkuat gerakan wakaf uang secara nyata, bukan sekadar seremoni.
Menurut Syauki, program wakaf uang sangat terjangkau karena dapat dimulai dari nominal kecil. Guru dan pegawai MAN 1 Mataram pun diimbau menyisihkan sebagian rezekinya mulai dari Rp 5 ribu per bulan.
“Kita berharap ini tidak sekadar seremonial. Bagaimana ASN itu mewakafkan rezeki yang dimiliki, misalnya Rp 5 ribu per bulan. Kalau terkumpul dari banyak orang, nilainya akan luar biasa,” jelas Syauki.
Meski digerakkan secara massal, program wakaf uang dan saham tetap bersifat imbauan tanpa paksaan. Partisipasi diharapkan lahir dari kesadaran pribadi, terutama karena ASN dinilai menjadi teladan di garda terdepan dalam penguatan zakat dan wakaf.
Ke depan, manfaat dari wakaf uang akan dikelola untuk mendukung sektor pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. Dana wakaf itu dirancang memberi manfaat berkelanjutan, salah satunya melalui peningkatan fasilitas pendidikan yang lebih baik.
Untuk menjaga keamanan dan transparansi, kata Syauki, pengelolaan wakaf uang dilakukan lembaga independen yang kompeten. Program ini menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan NTB sebagai pihak resmi, dengan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan sistem yang kredibel, Syauki berharap kepercayaan terhadap wakaf uang dan saham terus meningkat. Wakaf juga diyakini sebagai amalan jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa mengurangi nilai pokok harta pewakaf.
Waka Humas MAN 1 Mataram Sartono Ramli menambahkan, pihak penyelenggara telah menyiapkan skema pilihan agar guru dan tenaga kependidikan lebih mudah mengikuti program. ASN bisa memilih nominal dan jangka waktu berwakaf, mulai enam bulan hingga satu tahun. Sistem pembayarannya pun fleksibel, bisa melalui potong gaji maupun uang makan sesuai kesediaan masing-masing.
“Tidak diwajibkan, siapa yang mau berwakaf tinggal mengisi daftar dan menentukan sendiri berapa nominal serta durasinya,” tegas Sartono.
Melalui sosialisasi yang makin masif, Sartono optimistis program wakaf uang dan saham akan memperkuat ekosistem kota wakaf. Harapannya, manfaat wakaf dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat Mataram.
Editor : Prihadi Zoldic