
LombokPost – Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda DPRD NTB mendorong perbaikan tata kelola aset sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Ini sekaligus menjadi pekerjaan yang mendesak bagi Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Abul Chair yang dilantik Kamis lalu (9/4).
"Pemerintah harus kreatif mencari sumber pendapatan baru. Yang potensial ini melalui pengelolaan aset," kata Isvie, Minggu (12/4).
Baca Juga: Pemprov NTB Ajak Semua Pihak Bersatu, Perkuat Kinerja Pasca Pelantikan Sekda
Menurutnya, banyak aset yang belum dimanfatakan untuk menyumbang kontribusi PAD.
Dewan di antaranya mendorong perbaikan tata kelola aset eks PT Gili Trawangan Indah (GTI) seluas 65 hektare di Gili Trawangan.
Saat ini aset milik Pemprov NTB itu sudah tidak terikat kontrak dengan pihak mana pun.
"Aset di Gili Trawangan ini salah satu yang terbesar sebagai sumber PAD. Seharusnya ini menjadi momen tepat untuk memperbaiki tata kelola aset agar memberikan manfaat ekonomi signifikan," papar Isvie.
Ia mencontohkan beberapa aset pemprov yang belum bisa dimaksimalkan untuk pendongkrak pendapatan daerah. Seperti Pasar Seni Senggigi, aset lahan eks NTB Convention Center (NCC) seluas 31.963 meter persegi (m2) di Cakranegara, Mataram.
Ada juga aset properti PT Daerah Maju Bersaing (DMB) NTB di Meninting, Lombok Barat, Sembalun, Lombok Timur dan Lombok Tengah.
"Termasuk aset di beberapa kabupaten lainnya. Saya kira Pak Gubernur melalui Sekda harus segera menertibkan dan mengevaluasi aset aset kita ini.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




