LombokPost-Ketua Umum Prtai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan lama sekali dia tidak bertemu dengan Budiman Sujatmiko.
"Dia aktivis PRD di era akhir Orde Baru," kata Yusril dalam unggahan akun Instagram miliknya.
Secara ideologi ketika itu Yusril berseberangan dengannya.
Tetapi perbedaan ideologi tidaklah mengharuskan mereka bermusuhan secara pribadi.
Suatu ketika di era akhir Orde Baru itu, Budiman dijebloskan ke dalam penjara.
Waktu berjalan terus.
"Era Reformasi hadir ke tengah kita. Di zaman Presiden Habibie beliau gagas rekonsiliasi nasional," kenang Yusril.
Orang-orang yang dipenjara karena sebab politik berseberangan dengan Orde Baru diberi amnesti dan abolisi.
Di zaman Gus Dur, amnesti dilanjutkan.
Tugas itu dilaksanakan oleh Menteri Hukum dan Perundang-Undangan.
"Puluhan orang saya keluarkan dari penjara, termasuk Budiman Sujatmiko yang kala itu mendekam di LP Cipinang," kata pakar hukum tata negara tersebut.
"Saya buka gembok sel Budiman dan sambil berolok-olok saya bilang, Boss, anda dibebaskan mulai hari ini," kelakar sang profesor.
Budiman yang didampingi pengacaranya Hendardi, tersenyum.
"Terima kasih Bang" kata Budiman kala itu.
Foto kami berdua pun terpampang di halaman depan Koran Kompas.
Belakangan Budiman menjadi anggota DPR dari PDIP.
"Tetapi saya tidak pernah bertemu," ujarnya.
Belakangan dia keluar dari PDIP karena mendukung Prabowo.
Lalu 25 Oktober 2023 lalu mereka kembali bertemu di rumah Prabowo.
Budiman olehnya dianggap teman lama.
"Kami pun tertawa dan sedikit bercerita tentang masa lalu yang tak pernah kami lupakan," tutupnya. (hiu)
Editor : Prihadi Zoldic