LombokPost-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah segera mengevaluasi pelaksanaan program paket Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dilakukan menyusul banyaknya persoalan yang muncul, mulai dari kualitas makanan yang dikeluhkan, sasaran yang belum terjangkau hingga penghentian jatah paket MBG di sejumlah sekolah.
“Kita akan segera evaluasi, melihat kekurangan dan ini akan menjadi catatan penting untuk dilakukan penyempurnaan, perbaikan,” ucap Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah kepada wartawan, Selasa (9/9).
Ia menuturkan, pemkab melalui Dinas Kesehatan (Dikes) memiliki dokter atau ahli gizi untuk memastikan kandungan gizi.
Selain itu, satgas percepatan penyaluran program MBG akan mendampingi setiap lokasi sasaran.
“Dalam evaluasi ini menggandeng lintas sektoral membahas pola sasaran paket MBG, lokasi sekolah hingga dapur MBG. Sehingga harapan paket MBG ini lebih sempurna dan memadai kualitasnya,” kata mantan Sekda Loteng ini.
Sebelumnya, Dikes Loteng menekankan pentingnya kehigienisan paket makanan, dapur hingga petugas program MBG agar tidak terulang insiden paket tidak layak konsumsi.
“Tentu kita tetap awasi dapur-dapur MBG hingga petugasnya, agar tidak lagi terjadi insiden keracunan, hingga kualitas makanan yang buruk justru diberikan kepada para siswa, sebab kandungan gizi yang harus diterima anak-anak wajib sesuai,” ucap Kepala Dikes Loteng dr Suardi.
Dikes Loteng berperan dalam pemantauan kesehatan siswa sebagai objek program MBG. Dikes juga memantau langsung personel yang ditugaskan mengelola dapur MBG dari segi higienitas dan kesehatan makanan sebelum disajikan kepada anak-anak.
“Ada beberapa kita sudah turun bersama Kodim, kita berpesan pada pengelola untuk betul-betul memilih bahan baku yang sehat, pengolahan, penyajian hingga sampai di meja anak-anak terjamin bagus dan bergizi,” paparnya.
Editor : Siti Aeny Maryam