Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Warga Dusun Kuwangwai saat Puting Beliung Mengamuk

S
Penulis: Supardi/Bapak Qila❯
Kondisi rumah Zubaidah warga Dusun Kuwangwai Desa Menceh yang terdampak angin kencang pada Minggu (11/1)
Kondisi rumah Zubaidah warga Dusun Kuwangwai Desa Menceh yang terdampak angin kencang pada Minggu (11/1)

LombokPost - Bencana angin puting beliung di Desa Menceh membuat banyak warga kurang mampu kehilangan tempat tinggal dalam sekejap. Harapan akan percepatan bantuan perbaikan rumah kini menjadi satu-satunya sandaran bagi para penyintas untuk melanjutkan hidup pascabencana.


Advertisement

Azan zuhur siang itu baru saja usai dikumandangkan. Sejumlah masyarakat yang hendak menunaikan salat berjamaah baru saja menyelesaikan salat sunah. Sementara di luar, rintik hujan mulai membasahi tanah Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur.

Ketika muazin masjid Dusun Kuwangwai hendak berdiri untuk iqamat, tiba-tiba suara gemuruh terdengar dari depan mimbar masjid. Suara itu disusul penampakan pusaran angin disertai kilat. Seketika, pengeras suara masjid terlempar sejauh puluhan meter. Peristiwa tersebut mengejutkan Maini Hariati, seorang warga Dusun Kuwangwai, Desa Menceh.

Hariati menceritakan, dalam hitungan detik pusaran angin itu mengamuk ke arah selatan dan memorak-porandakan apa saja di sekitarnya. Tak terkecuali rumah bedek milik Serim, 90 tahun. Atap rumahnya diterbangkan angin, bahkan bangunannya nyaris roboh.

Advertisement

"Saat itu saya angkat jemuran tiba-tiba suara gemuruh di belakang saya, pas lihat belakang pusaran angin dan pengeras suara tiba-tiba jatuh di depan saya," beber Hariati, keluarga nenek Serim, saat menceritakan suasana mencekam siang itu, Senin (12/1).

Saat suasana mencekam tersebut, Serim sedang tertidur di kamarnya seorang diri. Hariati sebenarnya hendak berlari menyelamatkan Serim. Namun, angin yang terlalu kencang membuat Hariati tidak bisa berbuat banyak dan hanya berlindung di tempat yang aman.

Kejadian itu berlangsung sangat cepat, tidak sampai tiga menit. Namun, puluhan atap rumah warga beterbangan tertiup angin. Suara teriakan terdengar dari segala sudut dusun. Sementara dari arah rumah nenek Serim, hanya terdengar suara asbes yang berjatuhan diamuk angin.

Advertisement

"Saat itu hujan tidak terlalu lebat, hanya anginnya yang kencang berbentuk bulat ke atas. Saat angin sudah surut saya lari mencari nenek Serim dan dia masih tertidur di dalam rumahnya, kemudian kita pindah ke sini (Gazebo)," ungkapnya.

Serim tidak menyadari peristiwa mencekam tersebut. Ketika bangun dari tidurnya, Serim mendapati rumahnya sudah rusak parah. Ia sempat mengomel melihat rumahnya yang berantakan karena mengira rumahnya dirusak oleh orang.

Hampir sebagian besar rumah Serim rusak diterjang angin. Atapnya diterbangkan hingga puluhan meter. Kondisi ini membuat Hariati memindahkan Serim ke rumahnya untuk sementara waktu.

“Nenek Serim bertanya siapa yang rusak rumah saya. Mungkin karena sudah Lansia jadi dia tidak ingat dan tidak tahu kejadian itu. Tapi Alhamdulillah beliau tidak apa-apa,” imbuh Hariati.

Senada dengan Hariati, Anti Zubaidah juga menuturkan saat itu dirinya sedang berada di luar rumah. Tiba-tiba angin puting beliung datang dari arah barat.

Ia kemudian berlari mencari anak dan suaminya yang saat itu sedang sakit di dalam rumah. Tidak berselang lama, semua atap rumahnya sudah diterbangkan ke jalan raya.

"Tiba-tiba saja anginnya, mengangkat semua atap rumah saya, ke jalan raya sama kayunya, hanya atap kamar yang tersisa,” katanya.

Zubaidah menyebut kejadian tersebut membuat kondisi suaminya memburuk. Sang suami akhirnya harus dilarikan ke puskesmas dan menjalani rawat inap. Saat ini, ia dan anaknya tinggal di satu kamar yang gentingnya masih bertahan.

"Mudah-mudahan rumah kami bisa segera diperbaiki. Karena kami tidak mampu untuk memperbaiki sendiri. Apalagi rumah saya kerusakannya cukup parah," tutupnya. (*/r7)

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Pati Belajar Pengelolaan Pendidikan ke Lombok Timur

Pemkab Pati Belajar Pengelolaan Pendidikan ke Lombok Timur

Pemkab Pati, Provinsi Jawa Tengah, melakukan kunjungan kerja ke Lotim. Kunjungan ini bertujuan melakukan studi tiru di bidang pendidikan

17 Bakal Calon Ramaikan Pilkades Sembalun

17 Bakal Calon Ramaikan Pilkades Sembalun

Sebanyak 17 bakal calon kepala desa (kades) dari enam desa di Kecamatan Sembalun, telah mendaftar untuk mengikuti Pilkades Serentak 2027

Sekda Lotim Ingatkan Panitia Pilkades Sampaikan Hasil Verifikasi Bakal Calon dengan Transparan

Sekda Lotim Ingatkan Panitia Pilkades Sampaikan Hasil Verifikasi Bakal Calon dengan Transparan

M Juaini Taofik menekankan panitia Pilkades tingkat desa, untuk menyampaikan hasil verifikasi persyaratan bakal calon dengan transparan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer