Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disnakeswan Lotim Dorong RPHU Punya NKV

S
Penulis: Supardi/Bapak Qila❯
Hultatang (Supardi/Lombok Post)
Hultatang (Supardi/Lombok Post)

Lombokpost-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) mendorong semua Rumah Potong Hewan (RPH) mengurus izin, Nomor Kontrol Veteriner (NKV), serta sertifikat halal. Hal ini dilakukan guna memastikan kehigienisan daging hewan yang disembelih.


Advertisement

“Kami harap RPH di Lotim memiliki NKV,” terang Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Lotim drh Hultatang, Minggu (1/2).

Ia menjelaskan, pada 2025 lalu Disnakeswan Lotim telah melatih 50 juru sembelih halal (Juleha). Pelatihan tersebut menjadi langkah awal mendorong pemenuhan persyaratan penerbitan NKV bagi RPH.

Keberadaan Juleha merupakan salah satu syarat utama penerbitan NKV. Sebab, NKV berkaitan langsung dengan aspek higienis dan sanitasi yang wajib dipenuhi RPH maupun Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU).

Advertisement

“Penerbitan NKV sangat bergantung pada kesiapan fasilitas, mulai dari bangunan hingga peralatan yang harus memenuhi standar,” katanya.

Saat ini, Lotim telah memiliki RPHU yang dilengkapi Juleha, NKV, serta sertifikat halal. Targetnya, seluruh RPH, RPHU, dan RPH Ruminansia di Lotim wajib mengantongi NKV, terutama unit usaha milik masyarakat.

Selain RPHU, Pemkab Lotim memiliki satu RPH Ruminansia di Kecamatan Aikmel yang sudah dilengkapi NKV, sertifikat halal, dan Juleha. Sementara itu, untuk RPHU milik swasta disebut masih banyak yang belum resmi dan belum memiliki NKV.

Advertisement

Kepala Disnakeswan Lotim Masyhur menyampaikan, Lotim saat ini menjadi satu-satunya kabupaten di NTB yang siap mengirim daging ke luar daerah untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu syarat penyuplai daging MBG adalah produk harus berasal dari RPH atau RPHU yang mengantongi NKV, memiliki Juleha, dan bersertifikat halal.

“Lotim menjadi satu-satunya kabupaten di NTB yang dinyatakan siap untuk menyuplai kebutuhan daging ke luar daerah. Mengingat populasi sapi di Lotim saat ini cukup tinggi yakni sebanyak 140 ribu,” katanya.

Di sisi lain, jumlah peternak ayam pedaging yang terdaftar di Lotim saat ini baru mencapai 28 peternak. Masih banyak peternak yang belum terdata di Disnakeswan Lotim. Padahal, total populasi ayam di Lotim setiap tahunnya tidak kurang dari 13 juta ekor.

Meningkatnya jumlah peternak ayam di Lotim salah satunya disebabkan kepastian pasar dengan adanya dapur MBG. Ia berharap seluruh dapur MBG di Lotim mengambil daging dari RPHU dan RPH yang sudah memiliki NKV. 

 

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sapi Bergejala PMK Ditemukan di Sejumlah Kecamatan di Lotim

Sapi Bergejala PMK Ditemukan di Sejumlah Kecamatan di Lotim

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur menemukan sekitar empat hingga lima ekor sapi yang diduga terjangkit PMK

Arus Ternak Tinggi, Karantina NTB Didorong Dapat Tambahan Anggaran

Arus Ternak Tinggi, Karantina NTB Didorong Dapat Tambahan Anggaran

Lalu lintas ternak NTB tinggi, DPR mendorong penguatan fasilitas dan layanan karantina untuk menjaga kesehatan ternak serta ketahanan pa

Peternak Kambing Perah Lombok Utara Didorong Optimalkan Pakan Lokal dan Pemasaran Digital

Peternak Kambing Perah Lombok Utara Didorong Optimalkan Pakan Lokal dan Pemasaran Digital

Unram dampingi peternak kambing perah Kadung Molah menerapkan budidaya baik, pakan lokal, kesehatan ternak, serta pemasaran digital.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer