Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peternak Sembalun Terapkan Metode Umbaran

S
Penulis: Supardi/Bapak Qila❯
BERIKAN MINUM: Zulfan Asri Kabid Peternakan Disnakeswan Lotim saat memberikan sapi ternak minum yang di ternak menggunakan metode umbaran di Kecamatan Sembalun belum lama ini. (ZULFAN ASRI UNTUK LOMBOK POST)
BERIKAN MINUM: Zulfan Asri Kabid Peternakan Disnakeswan Lotim saat memberikan sapi ternak minum yang di ternak menggunakan metode umbaran di Kecamatan Sembalun belum lama ini. (ZULFAN ASRI UNTUK LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) menilai metode peternakan umbaran atau dilepas di alam membuat ternak lebih sehat dibandingkan sistem kandang. Pola ini banyak diterapkan peternak sapi di Kecamatan Sembalun.

Kepala Bidang Peternakan Disnakeswan Lotim Zulfan Asri mengatakan, metode umbaran membuat ternak lebih kuat terhadap penyakit.

“Justru metode ini membuat ternak lebih sehat dan lebih kuat terhadap penyakit. Karena kalau dikandangkan, kotorannya itu yang membuat penyakit,” terang Zulfan, Jumat (17/4).

Ia menjelaskan, metode serupa juga diterapkan di Pulau Sumbawa.

Namun kasus penyakit pada ternak di wilayah tersebut bukan disebabkan faktor alam, melainkan karena sudah terpapar berbagai penyakit, salah satunya antraks.

Advertisement

Dengan sistem umbaran, mayoritas ternak di Sembalun didominasi sapi bali. Sementara sapi eksotik jumlahnya lebih sedikit karena umumnya dipelihara dengan sistem kandang.

Meski populasi sapi bali di Sembalun cukup banyak, sebaran terbesar di Lotim berada di Kecamatan Wanasaba, Pringgasela, dan Masbagik. Hal ini karena mayoritas masyarakat di wilayah tersebut berprofesi sebagai peternak.

Berbeda dengan Sembalun, jumlah peternaknya tidak banyak, namun satu peternak bisa memiliki hingga 100 ekor sapi dengan sistem umbaran.

Metode umbaran juga membuat peternak lebih banyak mengandalkan kawin alami dibandingkan inseminasi buatan (IB). Meski demikian, layanan IB di Sembalun tetap berjalan meski jumlahnya tidak banyak.

“Sapi bali mampu beranak sampai 14 kali, kalau sapi eksotik 4-5 kali beranak sudah muncul masalah, kadang di kakinya, karena bobotnya yang terlalu besar,” katanya.

Advertisement
Editor : Redaksi
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

21 Isu Strategis Jadi Pijakan Grand Design Perbibitan Sapi Potong NTB

21 Isu Strategis Jadi Pijakan Grand Design Perbibitan Sapi Potong NTB

Disnakeswan NTB menyusun Grand Design Perbibitan Sapi Potong 2027–2037 dengan memetakan 21 isu strategis pengembangan peternakan daerah.

Musim Pancaroba Ancam Kesehatan Sapi Umbaran di Sembalun, Peternak Diminta Waspada Penyakit

Musim Pancaroba Ancam Kesehatan Sapi Umbaran di Sembalun, Peternak Diminta Waspada Penyakit

Peternak sapi umbaran di Sembalun, Lombok Timur (Lotim), diminta mewaspadai ancaman penyakit selama musim pancaroba.

Program Lotim Berkembang Bantu Peternak Lotim Naik Kelas

Program Lotim Berkembang Bantu Peternak Lotim Naik Kelas

Program Lombok Timur Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga (Lotim Berkembang) mulai memberikan dampak positif terhadap peternak Lotim

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer