
LombokPost - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) menilai metode peternakan umbaran atau dilepas di alam membuat ternak lebih sehat dibandingkan sistem kandang. Pola ini banyak diterapkan peternak sapi di Kecamatan Sembalun.
Kepala Bidang Peternakan Disnakeswan Lotim Zulfan Asri mengatakan, metode umbaran membuat ternak lebih kuat terhadap penyakit.
“Justru metode ini membuat ternak lebih sehat dan lebih kuat terhadap penyakit. Karena kalau dikandangkan, kotorannya itu yang membuat penyakit,” terang Zulfan, Jumat (17/4).
Ia menjelaskan, metode serupa juga diterapkan di Pulau Sumbawa.
Namun kasus penyakit pada ternak di wilayah tersebut bukan disebabkan faktor alam, melainkan karena sudah terpapar berbagai penyakit, salah satunya antraks.
Dengan sistem umbaran, mayoritas ternak di Sembalun didominasi sapi bali. Sementara sapi eksotik jumlahnya lebih sedikit karena umumnya dipelihara dengan sistem kandang.
Meski populasi sapi bali di Sembalun cukup banyak, sebaran terbesar di Lotim berada di Kecamatan Wanasaba, Pringgasela, dan Masbagik. Hal ini karena mayoritas masyarakat di wilayah tersebut berprofesi sebagai peternak.
Berbeda dengan Sembalun, jumlah peternaknya tidak banyak, namun satu peternak bisa memiliki hingga 100 ekor sapi dengan sistem umbaran.
Metode umbaran juga membuat peternak lebih banyak mengandalkan kawin alami dibandingkan inseminasi buatan (IB). Meski demikian, layanan IB di Sembalun tetap berjalan meski jumlahnya tidak banyak.
“Sapi bali mampu beranak sampai 14 kali, kalau sapi eksotik 4-5 kali beranak sudah muncul masalah, kadang di kakinya, karena bobotnya yang terlalu besar,” katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




