Itu terungkap dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 Provinsi NTB yang dilakukan secara hybrid dan diikuti Bupati Lotim HM Sukiman Azmy dari Surabaya, Selasa (15/2).
Secara umum, NTB sendiri berada di PPKM level dua. Salah satu yang menyebabkan Lotim masih bertahan di PPKM level 1 adalah capaian vaksinasi dan kapasitas respons. Namun selain penguatan kedua hal tersebut, dibutuhkan juga optimalisasi Satgas Covid-19. Baik di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. “Salah satu kendala dalam meningkatkan capaian vaksinasi dosis dua adalah ketersedian vaksin Sinovac, kata Sukiman dalam rapat tersebut.
Lebih jauh diterangkan, Sinovac pada umumnya digunakan untuk vaksinasi dosis satu. Sementara saat ini vaksin tersebut difokuskan untuk vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun. Melalui kesempatan tersebut, Sukiman berharap ada tambahan stok vaksin untuk Lotim. “Terutama untuk mengejar dosis kedua, katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Lotim H Pathurrahman menyampaikan, berdasarkan data P-Care, vaksinasi dosis pertama sampai saat ini mencapai 90,86 persen dan dosis kedua mencapai 59,37 persen. Dosis ketiga baru 1,21 persen, sebutnya.
Adapun persentase kasus konfirmasi yang terlacak pada tujuh hari terakhir di Lotim mencapai 88,4 persen. Kata Pathurrahman, angka tersebut melampaui target minimal 80 persen. “Rasio kontak erat 7 hari terakhir kita 23,1 persen. Sudah sesuai target yakni melebih 15 kontak erat,” imbuhnya.
Kendati masih di level 1, Pathurrahman tetap berharap agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan penyebaran Covid-19. Apalagi melihat kasus positif Covid-19 per 15 Februari 2022 mencapai 87 orang. (tih/r1) Editor : Administrator