Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

28 Ribu Pemilih Potensial di Lombok TimurBelum Rekam e-KTP

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 13 Oktober 2023 | 23:34 WIB

ilustrasi KTP (istimewa/jawapos)
ilustrasi KTP (istimewa/jawapos)
LombokPost--Sebanyak 28 ribu lebih pemilih pemula yang berusia 17 tahun pada 14 Februari 2024 di Lombok Timur (Lotim), belum melakukan perekaman e-KTP. Angka tersebut telah berkurang sekitar 7 ribu dari data semula yang diberikan KPU.

”Jumlah awalnya sekitar 35 ribu lebih. Sekarang sisanya tinggal 28 ribu yang belum melakukan perekaman. Hanya sedikit yang sudah merekam dari jumlah data yang kami terima dari KPU,” terang Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lotim, Arfany M Masany saat ditemui di ruangannya, kamis (12/10).

Untuk percepatan perekaman pemilih potensial ini, Dukcapil setidaknya menyiapkan dua langkah. Pertama koordinasi dengan KPU Lotim, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa, untuk mengarahkan pemilih potensial yang belum melakukan perekaman ke UPT Dukcapil di masing-masing kecamatan. 

Langkah kedua yang dilakukan adalah dengan turun langsung menyisir SMA, SMK dan Madrasah Aliah (MA). Hanya saja, langkah itu diakui masih belum optimal karena masih banyak pemilih potensial yang belum terjaring.

”Itu sudah kami lakukan dulu pada awal tahun sampai pertengahan tahun ini, tapi masih banyak pemilih potensial ini yang belum terjaring,” ungkapnya.

Dukcapil Lotim akan kembali turun setelah adanya surat Gubernur NTB terkait percepatan perekaman untuk pemilih pemula. Sehingga sekolah-sekolah akan siap dan memfasilitasi siswanya melakukan perekaman. 

Belum tuntasnya perekaman pemilih potensial ini, diakui karena terkendala beberapa hal, salah satunya anggaran. Sehingga ketika memutuskan turun ke sekolah, Dukcapil akan berhitung dengan efektif dan proporsional.

”Soal mobilisasi warga juga jadi kendala. Kami sudah turun ke sekolah dan desa, tapi yang membantu untuk memobilisasi masih kurang, sehingga tidak efektif,” ungkapnya.

Kabid Pemanfaatan Data dan Pelayanan Dukcapil Lotim Musa Azhari menambahkan dalam data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) sebanyak 70 persennya merupakan pelajar. Karena itu, jika hanya menunggu pemda untuk mengarahkan masyarakat ke UPT, akan sulit untuk menuntaskan perekaman pemilih potensial.

”Kalau hanya mengandalkan dari desa untuk menyasar pemilih potensial ini mungkin lajunya sangat lambat sampai dengan tanggal 14 Februari mendatang, makanya kita harus sasar sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dukcapil telah menyiapkan sejumlah program untuk menyasar pemilih potensial, agar cepat melakukan perekaman e-KTP. Seperti program Tuak Manis (Tuntaskan Administrasi Masyarakat Marjinal), yang menyasar masyarakat miskin, ODGJ, lansia dan masyarakat lainnya yang tidak bisa datang ke Dukcapil.

”Jadi banyak model program yang sudah kami lakukan untuk menyelesaikan masalah Adminduk masyarakat. Kalau yang program tuak manis ada sekitar 165 orang yang sudah kami layani,” pungkasnya. (cr-par/r11)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#ektp #dukcapil #pemilih #Lombok Timur