Lombokpost-Kekeringan yang melanda wilayah selatan Lombok Timur kian meluas. Warga di Kecamatan Jerowaru mulai kesulitan mendapatkan air bersih, sementara bantuan distribusi dari pemerintah daerah belum kembali dilakukan dalam beberapa minggu terakhir.
"Ada lima desa yang terdampak kekeringan yakni Desa Ekas Buana, Desa Sekaroh, Desa Serewe, Desa Batu Nampar, dan sebagian Desa Pandan Wangi," terang Camat Jerowaru Sirah, Minggu (2/11).
Ia mengatakan, Kecamatan Jerowaru sejauh ini telah mendapat bantuan air bersih dari BPBD Provinsi sebanyak tiga tahap, masing-masing 20 tangki yang disebar ke lima desa dengan total sekitar 14 ribu jiwa terdampak.
Selain dari provinsi, bantuan juga datang dari Baznas Lotim dan sejumlah pihak lain. Hingga akhir Oktober, tercatat sekitar 200 tangki air telah didistribusikan kepada masyarakat di Kecamatan Jerowaru.
"Tapi masyarakat masih kekurangan air karena pendistribusiannya tidak dilakukan setiap minggu," imbuh Sirah.
Ia mengaku, beberapa minggu terakhir tidak ada lagi bantuan air bersih yang masuk. Kondisi itu membuatnya bingung mencari sumber bantuan baru. Karena itu, ia berharap BPBD Lotim segera melakukan pendistribusian air bersih.
Dalam satu kali distribusi, minimal dibutuhkan 15 tangki. Jika kurang, bisa menimbulkan masalah di lapangan karena warga di desa yang dilalui sering mengadang mobil tangki sebelum mendapat bagian.
"Kalau bawa 10 tangki itu akan jadi masalah. Karena tidak akan dikasih lewat oleh desa-desa yang dilalui itu. Bahkan ada beberapa dusun di Desa Serewe sampai hari ini belum dapat bantuan air bersih," katanya.
Ia menambahkan, kantor Camat Jerowaru juga kerap kekurangan air dan setiap minggu harus membeli air tangki. Kapasitas tandon penampungan pun kecil dibandingkan daya tampung mobil tangki.
Terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan, Sirah mengaku hingga kini manfaatnya belum dirasakan masyarakat karena jaringan air belum masuk ke rumah-rumah warga.
"Mungkin air di reservoarnya ada, tetapi kalau air di masyarakat itu belum ada yang masuk," tutupnya.
Sementara itu, Kalak BPBD Lotim Lalu Muliadi mengatakan, sejak awal Oktober BPBD telah menyalurkan air bersih ke sejumlah kecamatan terdampak kekeringan seperti Suela, Jerowaru, dan Keruak.
"Yang paling parah terdampak Kecamatan Jerowaru. Tapi kita sudah kerja sama dengan NGO dan juga dibantu BPBD NTB untuk pendistribusian air bersihnya," katanya.
Menurutnya, sejumlah lokasi yang tidak terjangkau NGO dan Baznas juga sudah mendapat bantuan air dari BPBD Lotim. Ia memastikan kebutuhan air bersih di semua wilayah terdampak telah terpenuhi.
BPBD Lotim juga siap jika status kekeringan dinaikkan. Mereka menyiapkan langkah operasi besar-besaran untuk pendistribusian air bersama berbagai pihak seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun lalu itu ada delapan kecamatan yang terdampak. Sekarang baru tiga kecamatan yakni Jerowaru, Suela, dan Keruak. InsyaAllah kebutuhan air bersih mereka masih bisa kita tangani," katanya.
Editor : Siti Aeny Maryam