Lombokpost-Pemprov NTB bersama Pemkab Lotim terus mempercepat pembangunan jembatan sementara Dusun Aik Beta, Desa Perigi Kecamatan Suela yang putus diterjang arus sungai, Selasa (18/11) lalu.
"Pak Gubernur bersama Danrem sudah berkoordinasi untuk penanganan jembatan yang putus ini. Sambil menunggu pembangunan jembatan permanen, nanti akan dibangun jembatan Bailey," terang Kasi OP Korem 162 WB Kolonel Kav Suep saat mengunjungi lokasi jembatan putus bersama BPBD Lotim, Inspektorat dan sejumlah pihak terkait lainnya.
Pembangunan jembatan Bailey ini diharapkan akses warga yang terisolir tetap terhubung, sehingga aktivitas perekonomian, sosial maupun aktivitas pendidikan tetap berjalan seperti sediakala.
Dipastikan, pembangunan jembatan itu akan segera dibangun dalam waktu dekat ini. Jembatan sementara itu didatangkan langsung dari Bali dan pengirimannya tinggal menunggu waktu.
"Tinggal proses pengiriman saja dari bali. Proses pengiriman diusahakan secepatnya. Hari ini kita mau tahu kondisi di lokasi pembangunannya. Satu Minggu mungkin sudah bisa terhubung kembali," katanya.
Pembangunan jembatan sementara ini direncanakan dibangun di bekas jembatan semula. Mengingat konstruksi dan dinding jembatan masih kuat. Sehingga tinggal memasang pelat jembatan.
Jembatan ini diperkirakan bisa menahan beban hingga 10 ton. Sehingga untuk sementara waktu mobil pengangkut material yang lebih berat diharapkan untuk tidak melintas terlebih dahulu.
Sementara itu, Kalak BPBD Lotim Lalu Muliadi menambahkan pembangunan jembatan sementara diusahakan secepat mungkin, mulai dari proses pengiriman dari Bali hingga pemasangan. Perencanaan pembangunan jembatan sudah matang.
"Sesuai dengan perencanaan dari Provinsi, kemungkinan jembatan sementara ini akan dibangun di tempat yang ada sekarang ini, supaya akses masyarakat lebih cepat berjalan normal dari pada harus bangun ulang di kiri atau kanan jembatan," katanya.
Pemasangan jembatan tidak membutuhkan waktu lama. Semua proses telah disiapkan dan direncanakan dengan matang, tinggal dipasang. Minggu ini diharapkan sudah terpasang dan akses masyarakat sudah normal.
Kades Perigi Darmawan menambahkan, pembangunan jembatan sementara ini menjadi harapan besar warga Dusun Aik Beta. Setelah putusnya jembatan tersebut, aktivitas sehari-hari masyarakat cukup terganggu. Bahkan masyarakat membangun jembatan sementara dari bambu.
"Tapi hanya bisa dilewati saat air sungai kecil, kalau air sungai deras tidak bisa dilewati, makanya kita sangat berharap jembatan ini bisa segera dibangun," kata dia.
Selain membangun jembatan, diharapkan adanya bantuan pangan untuk masyarakat. Konstruksi jembatan sementara ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan mutan berat. Sehingga diharapkan masyarakat yang ingin renovasi rumah untuk menunda sementara.
Dengannya adanya jembatan sementara ini diharapkan dapat memperlancar akses pendistribusian makanan, akses pendidikan dan kesehatan masyarakat dusun Aik Beta yang saat ini terisolir.
"Jembatan sementara ini direncanakan berlangsung satu tahun, jadi kami harap setelah jembatan ini dibangun para pihak ini jangan hilang, untuk membangun jembatan permanennya," ungkapnya. (par)
Editor : Jelo Sangaji