Material longsor setebal 0,5 hingga 1,5 meter menimbun jalan sepanjang kurang lebih 10 meter, membuat akses utama tak bisa dilalui kendaraan. Longsor terjadi sekitar pukul 13.00 Wita, menyusul hujan sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Sembalun.
Begitu laporan masuk, BPBD NTB bergerak cepat. Koordinasi lintas instansi langsung dilakukan bersama BPBD Lombok Timur dan Balai Jalan Nasional untuk mempercepat penanganan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lombok Timur segera melakukan asesmen di lokasi. Sementara itu, Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Sembalun melakukan penanganan awal guna mengamankan area terdampak.
Pembersihan material longsor kemudian dilakukan secara terpadu. Dua unit alat berat diterjunkan Balai Jalan Nasional, dibantu personel BPBD, Pemadam Kebakaran, TNI–Polri, pihak kecamatan, hingga aparat desa.
Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin memastikan koordinasi lintas sektor dilakukan sejak awal agar akses jalan bisa segera dibuka kembali.
“Hingga sore hari, tim gabungan masih bekerja dan pembersihan ditargetkan berlanjut sampai malam,” ujarnya.
Peristiwa ini juga mendapat perhatian langsung dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Ia turun ke lokasi untuk memantau penanganan sekaligus memberikan arahan kepada petugas lapangan.
Gubernur Iqbal menegaskan perlunya langkah jangka menengah untuk mencegah longsor berulang, terutama di titik-titik rawan sepanjang jalur Pusuk–Sembalun.
“Ke depan perlu penguatan tebing di beberapa titik yang kondisinya kurang stabil, baik dengan bronjong maupun tembok penahan, disesuaikan dengan struktur tanah,” tegasnya.
BPBD NTB juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat NTB saat ini memasuki musim hujan, bahkan sebagian wilayah berada pada periode puncak.
Curah hujan tinggi berpotensi memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir, angin kencang, dan longsor yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
Dengan sinergi cepat seluruh unsur, pemerintah daerah menargetkan akses Pusuk–Sembalun segera normal kembali, demi kelancaran mobilitas warga dan aktivitas pariwisata Lombok.
Editor : Marthadi