Lombokpost-Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik salah satu yayasan di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga dirusak puluhan warga, Selasa (17/2) malam. Perusakan ini diduga karena warga tidak terima yayasan tersebut dijadikan lokasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Iya betul, kejadiannya sekitar pukul 18:30 Wita. Sebelumnya sudah ada penolakan dari masyarakat terkait dapur ini,” terang Rasidi, Kepala Desa Paok Lombok, ditemui di ruangannya, Rabu (18/2).
Dikatakan, sebelum perusakan itu sejumlah pemuda dari salah satu dusun di Desa Paok Lombok melakukan hearing, bahkan aksi demonstrasi untuk menolak dilanjutkannya pembangunan dapur MBG yang dibangun di dalam pondok.
Bahkan kedua belah pihak juga sudah dipertemukan untuk menyelesaikan masalah ini. Saat itu, pihak yayasan bersama para tokoh yang ada di wilayah kerja Pondok Pesantren telah berkoordinasi dan sepakat agar pembangunan dapur MBG dilanjutkan.
“Tapi kayaknya masyarakat tidak puas dengan hasil koordinasi yang dilakukan beberapa hari lalu bersama dengan para tokoh itu, sehingga tadi malam terjadi aksi perusakan itu,” katanya.
Perusakan itu diduga dipicu karena sebelumnya pihak yayasan tidak pernah melakukan koordinasi dengan masyarakat, terkait pembangunan dapur MBG di lingkungan yayasan tersebut.
Kemudian masyarakat juga tidak ingin yayasan yang merupakan tanah wakaf dijadikan lahan untuk berbisnis oleh segelintir orang. Karena tanah tersebut dihibahkan untuk pembangunan madrasah.
“Sudah empat kali dilakukan mediasi antara masyarakat dengan yayasan. Tapi masyarakat tetap menolak pembangunan dapur itu dan meminta supaya dapurnya dipindahkan,” katanya.
Pembangunan dapur MBG ini di lingkungan pondok dengan alasan agar bisa menjadi salah satu sumber pendapatan. Nantinya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pesantren.
Ia mendorong masalah ini agar bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak dibawa ke ranah hukum. Sementara pelaku yang diduga melakukan perusakan ini masih warga Desa Paok Lombok sendiri.
“Dapurnya belum beroperasi, masih dalam tahap pembangunan. Namun beberapa peralatan sudah siap, tinggal jalan saja,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolsek Suralaga Lalu Marsoan menyampaikan aksi perusakan itu terjadi sekitar pukul 18:30 Wita yang diduga dilakukan sejumlah masyarakat dari salah satu dusun di Desa Paok Lombok.
“Menurut masyarakat bahwa yayasan ini dibangun di atas tanah wakaf dari masyarakat. Sehingga mereka tidak ingin yayasan itu dijadikan sebagai dapur,” katanya.
Selain itu, keberadaan dapur MBG ini juga dinilai mengganggu aktivitas belajar para santri. Karena pembangunan dapur MBG ini menggunakan dua ruang kelas sekolah.
Meski sudah dilakukan mediasi dan hearing berkali-kali, namun belum ada solusi dan titik temu dari penyelesaian masalah tersebut. Masyarakat tetap keras agar dapur MBG dipindahkan ke tempat lain.
“Sudah beberapa kali mereka hearing tapi belum ada titik temu, sehingga terjadilah aksi perusakan tadi malam itu yang mengakibatkan gerbang dan pintu salah satu ruangan dapur rusak,” katanya.
Masalah ini telah dilaporkan pihak yayasan kepada Polres Lotim. Saat ini kepolisian tengah melakukan penyelidikan terhadap perusakan tersebut. “Pasca kejadian itu kondisi di tengah masyarakat Alhamdulillah kondusif dan masih aman,” tutupnya.
Sementara pengurus yayasan saat ditemui media ini enggan berkomentar lebih jauh. Masalah ini telah diserahkan ke kepolisian. (par/r7)
Editor : Kimda Farida