Lombokpost- Polres Lombok Timur (Lotim) menangkap empat terduga pelaku perusakan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga. Perusakan terjadi Selasa (17/2) malam setelah adanya penolakan masyarakat terhadap pembangunan dapur MBG di lingkungan yayasan.
"Iya empat orang sudah diamankan di Polres. Kita masih menunggu tindakan selanjutnya, karena masih cek TKP terkait kerusakannya oleh inafis polres," terang Kasi Humas Polres Lotim AKP Nicolas Osman, Kamis (19/2).
Adapun empat orang yang diamankan yakni inisial AS, 25 tahun; HM, 34 tahun; SM, 22 tahun; dan AM, 20 tahun. Semua terduga pelaku merupakan warga Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga.
Terduga pelaku melakukan perusakan sejumlah fasilitas bangunan SPPG. Mulai dari gerbang utama dapur, pintu kaca ruangan dapur hingga mencopot kanopi dapur yang terbuat dari spandek.
"Dari peristiwa tersebut, pemilik dapur mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta rupiah. Sehingga pihak yayasan merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres," jelas Nicolas.
Dari laporan itu, kepolisian kemudian mengamankan terduga pelaku di rumah masing-masing. Terduga pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Lotim untuk proses hukum lebih lanjut.
Sebelumnya, Kapolsek Suralaga Lalu Marsoan menyampaikan aksi perusakan itu terjadi Selasa (17/2) malam sekitar pukul 18.30 Wita. Aksi diduga dilakukan oleh sejumlah masyarakat dari salah satu dusun di Desa Paok Lombok. Sebelum kejadian, masyarakat sempat melakukan aksi penolakan pembangunan dapur MBG di dalam yayasan.
"Menurut masyarakat bahwa yayasan ini dibangun di atas tanah wakaf dari masyarakat. Sehingga mereka tidak ingin Yayasan itu dijadikan sebagai dapur," katanya.
Editor : Pujo Nugroho