Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Puluhan Warga Sungkun Akan Direlokasi

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 24 Februari 2026 | 07:54 WIB

TERENDAM BANJIR: Salah seorang warga Dusun Sungkun duduk di rumah yang sudah lama terendam banjir akibat intensitas hujan yang cukup tinggi
TERENDAM BANJIR: Salah seorang warga Dusun Sungkun duduk di rumah yang sudah lama terendam banjir akibat intensitas hujan yang cukup tinggi

Lombokpost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) berencana merelokasi puluhan Kepala Keluarga (KK) di Dusun Sungkun, Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru. Langkah ini dilakukan karena wilayah tersebut setiap tahun dilanda banjir yang merendam permukiman warga.

"Kita akan realokasi masyarakat kita yang di sana (Dusun Sungkun). Dua minggu lebih masyarakat sudah kita ungsikan ke mana-mana, karena rumah mereka terendam banjir," terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Minggu (22/2).

Ia menyebut lokasi terdampak banjir itu nantinya akan dibuat menjadi waduk. Sehingga setiap musim hujan bisa menampung air hujan lebih banyak.

Dengan begitu masyarakat khususnya para petani saat musim kemarau bisa memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan pertanian. Sebab, kelangkaan air menjadi salah satu masalah yang kerap terjadi di Selatan.

"Saya rencananya mau membuat waduk di situ, karena setiap tahun di sana terjadi banjir, meskipun tidak pernah separah sekarang," jelasnya.

Banjir yang terjadi sejak beberapa minggu terakhir cukup mengganggu aktivitas warga. Tingginya curah hujan yang terus terjadi membuat rumah warga terendam.

Terkait pembuatan waduk ini, ia telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Ekas Buana untuk segera merelokasi warga terdampak banjir. Bahkan Pemkab Lotim sudah menyiapkan lahan khusus yang aman dari banjir.

"Kita carikan lahan di sana, yang lebih aman. Kita sudah koordinasi dengan Pemprov NTB. Kalau pusat belum," jelasnya.

Keberadaan waduk ini nantinya juga akan dijadikan tempat budi daya ikan. Sehingga masyarakat bisa memancing dan memanfaatkannya untuk kebutuhan lain.

"Terganggu betul masyarakat dengan banjir itu, karena ketinggian air sampai 60 cm lebih yang hari ini dan itu sudah dua minggu lebih," tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Dusun Sungkun Wirkas Suandi menyampaikan, sebanyak 56 KK dengan 197 jiwa di Dusun Sungkun terdampak banjir yang terjadi sejak 23 Januari lalu. Banjir disebabkan intensitas hujan cukup tinggi sehingga mengakibatkan bendungan di dusun tersebut meluap.

Warga yang rumahnya terendam banjir mengungsi di tenda yang disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim dan Polri. Sebagian lainnya mengungsi di rumah warga yang tidak terdampak.

Banjir ini juga diakui membuat sumber mata air warga terdampak. Sumur warga tercemar air banjir. Sehingga untuk minum dan memasak masyarakat terpaksa membeli air galon atau air gelasan.

"Kalau mandi dan mencuci kita manfaatkan air ini (genangan) karena ini kan bersih, air hujan ini. Tapi kalau minum beli gelasan atau galon," katanya. (par/r7)

 

 

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Relokasi #Bencama Alam #Ekas Buana #Banjir #Lotim