LombokPost-Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Mataram sukses menggelar ujian kenaikan tingkat dari sabuk hijau ke putih. Tercatat 47 pesilat mengikuti ujian kenaikan tingkat tersebut. ”Ujian kenaikan tingkat ini penting sebagai momen evaluasi diri dan memupuk rasa persaudaraan,” ujar Ketua PSHT Kota Mataram Alfian Septianto.
Alfian berharap pesilat PSHT tidak hanya bisa menerapkan materi dalam bentuk fisik dan teknik saja. Etika dan adab harus diperhatikan, sehingga selaras dengan tujuan dasar dan utama yaitu mendidik manusia yang berbudi luhur yang memahani benar dan salah. ”Setelah ini harus semakin giat berlatih, agar kemampuan bisa terus terasah dan bisa tampil di multievent olahraga nasional mewakili NTB,” tuturnya.
Menurut Alfian, PSHT sudah sangat berkembang di Mataram. Saat ini sudah ada enam ranting, empat komisariat, dan 17 latihan yang tersebar di Mataram. Ini jauh meningkat dibandingkan awal PSHT masuk ke NTB. ”Pesilat kita juga ada yang pernah tampil di PON Papua. Ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik,” katanya.
Lebih lanjut, Alfian berharap PSHT bisa bertransformasi menjadi organisasi yang kuat, berkarakter, inklusif, dan dicintai masyarakat. PSHT merupakan wadah untuk mengajarkan dan mendidik generasi bangsa memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, dan ajaran budi luhur.
Di akhir rangkaian acara ujian kenaikan tingkat, peserta ujian disematkan sabuk secara simbolik kepada yang berhasil melewati tantangan dan lulus dalam ujian tersebut. Penyematan sabuk ini menjadi simbol prestasi dan kemajuan dalam Persaudaraan Setia Hati Terate. Siswa yang menerima sabuk tidak hanya diberi penghargaan fisik tetapi juga mendapatkan pengakuan atas dedikasi dan usaha keras mereka dalam mengembangkan keterampilan seni bela diri Setia Hati Terate. (puj/r12)
Editor : Pujo Nugroho