Bukan karena hujan gol, melainkan aksi nyeleneh bek Getafe, Abdel Abqar, yang nekat memegang area pribadi lawan hingga berujung pengusiran oleh wasit.
Insiden memalukan ini terjadi pada menit ke-55, sesaat setelah babak kedua dimulai kembali.
Saat itu, Atletico Madrid sudah unggul 1-0 lewat gol jarak jauh Nahuel Molina di menit ke-8.
Suasana yang semula kondusif berubah menjadi kekacauan setelah wasit Miguel Angel Ortiz menghentikan permainan untuk melakukan pengecekan Video Assistant Referee (VAR).
Dikutip dari laporan BBC Sport, tayangan ulang di layar besar Stadion Metropolitano memperlihatkan dengan jelas bahwa Abqar menyentuh pangkal paha striker Atletico, Alexander Sorloth, dalam sebuah perselisihan tanpa bola.
Sorloth yang tidak terima langsung menjatuhkan bek asal Maroko tersebut ke tanah sebagai bentuk balasan.
Setelah berkonsultasi dengan monitor di pinggir lapangan, wasit tanpa ragu langsung mengacungkan kartu merah kepada Abqar.
Sementara itu, Sorloth juga diganjar kartu kuning akibat reaksi kerasnya tersebut.
Seusai laga, Abqar mencoba membela diri. "Saya tidak punya niat untuk menyentuh pemain di area tersebut," klaimnya kepada Movistar.
Ia berdalih bahwa dalam sepak bola, kontak fisik dan benturan adalah hal biasa, namun ia bersumpah tidak pernah terpikir untuk melakukan aksi tersebut secara sengaja.
Namun, kiper Atletico Madrid, Juan Musso, justru mendukung keputusan wasit. Menurutnya, tindakan semacam itu sudah kuno dan tidak punya tempat di sepak bola modern.
"Hal-hal seperti ini terjadi 30 tahun yang lalu. Wasit benar mengusirnya. Dulu mungkin bisa, sekarang tidak lagi," tegas Musso.
Meski bermain dengan 10 orang, Getafe sempat memberikan perlawanan sengit di menit-menit akhir, namun skor 1-0 tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini membawa skuad asuhan Diego Simeone naik ke posisi ketiga klasemen La Liga dengan 57 poin, terpaut 10 angka dari pemuncak klasemen, Barcelona.
Editor : Marthadi