
LombokPost – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) diminta agar tidak hanya mengejar serapan anggaran dalam pelaksanaan Perubahan APBD 2026.
Tapi yang tak kalah penting adalah, belanja daerah harus benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan anggota DPRD KLU Tusen Lasima. Menurutnya, besarnya anggaran tidak serta-merta menjamin keberhasilan pembangunan.
Baca Juga: Saber ATS KLU Sasar Anak Putus Sekolah hingga Tak Pernah Sekolah
Tapi pemerintah harus memastikan kualitas perencanaan dan ketepatan menentukan prioritas. "Setiap rupiah yang dibelanjakan harus menjawab kebutuhan masyarakat," katanya.
Dia menambahkan, keterbatasan kemampuan fiskal daerah harus disiasati melalui perencanaan yang terukur dan tepat sasaran.
Artinya, pemerintah jangan hanya memperbanyak kegiatan tanpa memperhatikan setiap program memiliki target dan manfaat yang jelas.
Baca Juga: Kekeringan Mulai Mengancam Lahan Pertanian Lombok Utara. Pemerintah Dorong Pengaturan Distribusi Air
Selain itu, dia juga meminta percepatan realisasi program. Pasalnya, waktu pelaksanaan anggaran 2026 semakin terbatas.
Meski demikian, percepatan tersebut tidak boleh mengorbankan kualitas pekerjaan maupun mengabaikan aspek kuantitas hasil.
Seluruh kegiatan juga harus dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Sebab, keberhasilan pengelolaan APBD tidak diukur dari cepatnya program diselesaikan, melainkan dari hasil pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




