Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lombok Utara Dibayangi 11 Ancaman Bencana

Habibul Adnan • Jumat, 5 Desember 2025 | 23:02 WIB

M Zaldy Rahadian
M Zaldy Rahadian
LombokPost - Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini dipetakan sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di NTB.

Kepala Pelaksana BPBD KLU M. Zaldy Rahadian mengatakan, sedikitnya 11 jenis ancaman bencana.

Zaldy mengatakan, ada beberapa jenis bencana yang berpotensi terjadi di Lombok Utara. Di antaranya gempa bumi, longsor, hingga bencana hidrometeorologi lain seperti banjir dan gelombang ekstrem. Termasuk juga tsunami dan erupsi gunung api.

Zaldy menyebutkan bahwa gempa bumi masih menjadi ancaman paling membahayakan. Hal ini dipengaruhi keberadaan Sesar Aktif Flores dan zona subduksi Indo-Australia yang melintas di sekitar NTB.

Selain gempa, tsunami juga masuk kategori risiko tinggi. Terutama di kawasan pesisir dan tiga gili. Desa Gili Indah tercatat mengalami paparan hingga 94 persen luas wilayahnya, diikuti Jenggala (75%) dan Tanjung (61%).

"Lombok Utara telah memasang sejumlah rambu evakuasi dan sistem peringatan dini untuk memitigasi dampaknya.

Ancaman lain yang tak kalah serius adalah tanah longsor, terutama di wilayah Kecamatan Pemenang hingga kawasan perbukitan di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Bayan.

Struktur lahan miring, tutupan lahan yang menipis, serta intensitas hujan tinggi menjadi pemicu kerentanan ini.

Untuk bencana hidrometeorologi, banjir dan banjir membayangi sejumlah wilayah. Mulai dari Kecamatan Pemenang, Tanjung, Gangga, dan desa‐desa di sepanjang aliran 10 sungai besar.

Zaldy menegaskan, bahwa strategi mitigasi menjadi kunci keselamatan masyarakat.

Mulai dari pemetaan risiko, pembangunan infrastruktur tahan bencana, penyusunan regulasi, hingga pelatihan dan simulasi kebencanaan.

“Kita tidak bisa menawar kapan bumi akan berguncang atau kapan air akan naik. Tetapi kita memiliki kuasa penuh untuk mempersiapkan diri sebelum itu terjadi,” ujar Zaldy.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan dan warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Sebab, bencana bisa datang kapan saja dan dalam kondisi apapun.

“Kenali bahayanya, kurangi risikonya, siap selamat,” tutupnya. 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Bencana Banjir #potensi Bencana di Lombok utara #potensi bencana #tanah longor