Siapa sangka, kecerdasan buatan (AI) bernama Claude yang biasanya ramah membantu tugas manusia, kini bertransformasi menjadi "senjata" mematikan yang membantu militer Amerika Serikat (AS) membidik sasaran di Iran.
Laporan mengejutkan ini pertama kali diungkap oleh Wall Street Journal.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, teknologi besutan Anthropic ini tidak lagi sekadar menjadi asisten digital, melainkan sudah terintegrasi penuh dengan Komando Pusat AS (Centcom) dan digunakan di seluruh lini komando militer, termasuk di kawasan konflik Timur Tengah.
Claude bukan AI sembarangan. Ia dibekali kemampuan analisis data yang sangat kuat serta pemahaman bahasa yang sangat canggih.
Kemampuannya dalam memproses pola dan tren dari data masif memungkinkan militer mendapatkan rekomendasi strategis secara kilat untuk menjawab tantangan di medan tempur yang sulit.
Saat ini, teknologi ini telah berevolusi hingga versi terbarunya, Claude 3.
Dibandingkan pendahulunya, Claude 3 diklaim jauh lebih responsif dan mampu menangani instruksi serta analisis data yang jauh lebih kompleks dan mendalam.
Keterlibatan Claude dalam serangan militer ini memicu kekhawatiran global.
Pasalnya, penggunaan AI dalam perang terjadi di tengah ancaman kenaikan inflasi dunia dan gangguan pasokan energi akibat konflik Iran yang terus memanas.
Padahal, sebelumnya sempat muncul kabar bahwa pihak Anthropic mempertimbangkan etika AI dalam menolak proposal dari Pentagon, namun integrasi dengan komando militer kini justru menjadi kenyataan.
Editor : Marthadi