LombokPost - "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." (QS. Al-Insan: 8)
Pembaca yang dirahmati Allah SWT. Beberapa hari terakhir ini, kita dihebohkan dengan isu korupsi Makanan Bergizi gratis (MBG) yang melibatkan pimpinan BGN dan tokoh terkemuka di tanah air.
Namun demikian ada baiknya kita memahami dan mengambil hikmah manfaat memberikan makan bagi rakyat. Salah satu amalan yang sangat dicintai Allah SWT adalah memberi makan kepada orang lain.
Baca Juga: Rayakan 1st Anniversary, BBL Big Bike Lombok Berbagi Dengan Anak Yatim
Islam mengajarkan umatnya untuk peduli kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Memberi makan bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan jasmani seseorang, tetapi juga menjadi sarana meraih pahala yang besar di sisi Allah SWT.
Allah SWT berfirman: "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." (QS. Al-Insan: 8)
Rasulullah SAW juga bersabda: "Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi, dan shalatlah di malam hari ketika manusia sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat." (HR. Tirmidzi)
Baca Juga: SMA UPH College Tangerang Berbagi Ilmu di SDN 19 Cakranegara
Memberi makan memiliki banyak keutamaan, di antaranya.
1) Menjadi Sebab Masuk Surga.
Rasulullah SAW menjadikan memberi makan sebagai salah satu amalan yang mengantarkan seseorang menuju surga. Bahkan makanan sederhana yang diberikan dengan ikhlas dapat menjadi pemberat timbangan kebaikan di hari kiamat.
Baca Juga: Dari Sisa Lauk Jadi Cinta: Kisah Aisya Berbagi untuk Kakak dari Piring MBG
2) Mendatangkan Keberkahan Rezeki. Harta yang digunakan untuk memberi makan tidak akan berkurang. Sebaliknya, Allah SWT akan menggantinya dengan keberkahan dan rezeki yang lebih baik.
3) Menghapus Dosa dan Melunakkan Hati.
Memberi makan kepada fakir miskin, anak yatim, dan orang yang membutuhkan dapat membersihkan jiwa dari sifat kikir serta menumbuhkan kasih sayang kepada sesama.
4) Mendapatkan Pahala yang Terus Mengalir. Setiap orang yang memperoleh manfaat dari makanan yang kita berikan akan menjadi sumber pahala bagi kita, terlebih jika dilakukan secara rutin dan ikhlas karena Allah SWT.
Jangan menunggu menjadi kaya untuk berbagi. Sepiring nasi, segelas air, atau sebungkus makanan yang diberikan dengan niat yang tulus dapat menjadi sebab datangnya rahmat Allah SWT.
Mari jadikan hari Jumat yang mulia ini sebagai momentum untuk memperbanyak sedekah dan memberi makan kepada sesama. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang dermawan dan mendapatkan naungan rahmat-Nya di dunia dan akhirat.
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad)
Wallahu a'lam bish-shawab. (*)
Editor : Redaksi Lombok Post Online