LombokPost - Trent Alexander-Arnold menjadi sorotan tajam di Real Madrid. Performa Trent Alexander-Arnold dinilai jauh dari ekspektasi klub.
Dalam laga debutnya, bek asal Inggris itu justru dianggap sebagai titik lemah yang mengancam kestabilan pertahanan Real Madrid.
Pelatih Xabi Alonso pun dikabarkan mulai frustrasi melihat kualitas pertahanan satu lawan satu Trent yang dinilai lemah dan mudah dilewati lawan.
Sejak resmi bergabung pada akhir Mei 2025, Trent Alexander-Arnold diharapkan mampu menjadi suksesor Dani Carvajal.
Namun kenyataan berbicara lain. Dalam laga pertamanya melawan Al‑Hilal di ajang Piala Dunia Antarklub, Trent tampil di bawah standar.
Media Spanyol memberinya rating hanya 5/10 karena gagal berkontribusi secara ofensif maupun defensif.
Pertahanan satu lawan satu Trent yang mudah ditembus jadi perhatian serius. Bahkan, Xabi Alonso sampai disebut tidak percaya dengan hasil analisis video performa sang bek.
Real Madrid kini mulai kehilangan kesabaran. Beberapa staf kepelatihan dikabarkan menyesalkan keputusan perekrutan tersebut, dan lebih mempercayai Carvajal yang kini berusia 33 tahun.
Formasi 3‑4‑3 ala Alonso yang menuntut bek sayap serba bisa, justru semakin menonjolkan kelemahan Trent dalam bertahan.
Di sisi lain, gaya bermain Trent yang lebih cocok sebagai kreator serangan justru membuat sistem pertahanan Real Madrid mudah dieksploitasi. Bahkan beberapa momen kesalahan operan Trent nyaris berbuah gol bagi lawan.
Meski performa Trent Alexander-Arnold di Real Madrid sejauh ini mengecewakan, sebagian analis meminta klub bersabar.
Adaptasi dengan sistem baru, iklim, dan tekanan besar di Santiago Bernabéu bukan proses instan. Namun, jika situasi ini berlanjut, Trent bisa menjadi beban jangka panjang bagi Real Madrid.
Kini, publik Bernabeu menanti apakah Xabi Alonso akan tetap memberikan menit bermain bagi Trent, atau kembali mempercayakan posisi itu pada Dani Carvajal.
Satu hal yang jelas: performa Trent Alexander-Arnold harus segera membaik, atau nasibnya bisa berubah jadi transfer gagal paling mahal musim ini. (***)
Editor : Alfian Yusni