LombokPost - AC Milan pernah berada pada masa keemasan pada periode 2000-an.
Dalam masa itu, AC Milan merasakan tiga kali final Liga Champions Eropa.
Dan dari tiga final itu, AC Milan memenangkan dua di antaranya.
Pada masa-masa itu AC Milan dihuni skuad bintang kelas wahid.
Bahkan ada satu periode AC Milan memiliki barisan penendang bebas terbaik di dunia.
Cerita yang berkembang, satu hari pelatih AC Milan kala itu Carlo Ancelotti masuk ke ruang ganti.
Carlo Ancelotti datang untuk menjelaskan beberapa hal sebelum pertandingan AC Milan melawan Roma di Olimpico.
Lalu dia memberi arahan terkait tendangan bebas oleh pemain AC Milan.
Untuk bola di sebelah kanan, Ronaldinho yang didatangkan AC Milan dari Barcelona yang akan mengambilnya.
Baca Juga: AC Milan Antara Pilihan Rafael Leao, Santiago Gimenez, atau Christopher Nkunku
Kemudian untuk yang di sebelah kiri, Andrea Pirlo si pengatur tempo AC Milan yang akan mengambilnya.
Untuk yang dekat dengan gawang lawan akan diambil antara dua pemain AC Milan, David Beckham atau Ronaldinho.
Sedangkan untuk yang lebih jauh dari 30 meter, Andrea Pirlo akan mengambilnya.
"Mengerti?" tanya Carlo Ancelotti pada para pemain AC Milan kala itu.
Saat itu, pemain AC Milan lainnya Clarence Seedorf mengangkat tangannya dan berkata, "Dan aku?"
Ancelotti melempar handuk dan kertas, sambil berkata kepada para pemain AC Milan, "Sial, kalian terlalu banyak!"
Ya, ini adalah gambaran kala AC Milan dihuni para penendang kelas wahid pada periode 2000-an. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic