LombokPost - Giorgio Furlani semakin tertekan di AC Milan, meski masih memiliki kontrak hingga 2028.
Sejumlah laporan menyebut situasi internal manajemen AC Milan makin tidak stabil.
RedBird Capital Partners juga disebut tidak puas dengan pekerjaannya dan mulai mempertimbangkan perubahan di level petinggi AC Milan.
Baca Juga: Taktik Tak Biasa AC Milan untuk Hadapi Atalanta, Rafael Leao Dicadangkan
Giorgio Furlani sendiri disebut cukup terguncang oleh besarnya gelombang protes fans AC Milan dalam beberapa pekan terakhir.
Meski begitu, ia masih aktif bekerja menjalin kontak dengan calon direktur olahraga dan pelatih untuk musim depan.
Yang pasti situasinya mulai serius, terlebih hasil terbaru, AC Milan kalah 2-3 dari Atalanta.
Baca Juga: 5 Striker AC Milan Gagal Penuhi Ekspektasi, Semuanya Berpeluang Dilepas
Tekanan fans terhadap manajemen makin besar, sehingga masa depan struktur klub bisa berubah drastis musim panas nanti.
Bahkan fans AC Milan sempat membuat koreo manusia di San Siro bertuliskan G.F.OUT, mengacu pada Giorgio Furlani.
Menariknya, semua ini terjadi meski kontrak Giorgio Furlani dan proyek Gerry Cardinale secara formal masih berjalan sampai 2028.
Baca Juga: Kehilangan Ide, Ambisi, dan Gairah, AC Milan Sedang Tidak Baik-baik Saja
Sebelum laga AC Milan vs Atalanta di San Siro, atmosfer panas sudah terasa.
Curva Sud, salah satu kelompok suporter AC Milan membentangkan spanduk bertuliskan: “FURLANI VATTENE!” (“Furlani pergi!”)
Protes terhadap manajemen AC Milan kini benar-benar terbuka dan langsung ditunjukkan di dalam dan di luar stadion.
Baca Juga: Fabio Capello Bicara Jujur soal Pandangannya terkait Kondisi AC Milan
Dalam kultur sepak bola Italia, pesan dari ultras seperti ini hampir selalu menjadi sinyal serius bagi manajemen klub. (yuk)
Editor : Prihadi Zoldic