Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gara-Gara Saling Tatap, Dua Bersaudara Bacok Tetangga hingga Tewas di Bima

Jelo Sangaji • Selasa, 12 Mei 2026 | 11:35 WIB
Dua pelaku pembunuhan FA dan Nasrullah ditangkap anggota Satreskrim Polres Bima, Senin (11/5). (Dok Polres Bima)
Dua pelaku pembunuhan FA dan Nasrullah ditangkap anggota Satreskrim Polres Bima, Senin (11/5). (Dok Polres Bima)

LombokPost-Supardin, 45 tahun, tewas usai dibacok di Dusun Nggaro, Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Minggu sore (10/5) sore. Dia mengalami sejumlah luka di bagian perut, wajah, kepala, hingga tangan akibat sabetan senjata tajam jenis parang.

Korban tewas ditangan dua bersaudara FA, 15 tahun dan Nasrullah, 21 tahun. Keduanya diketahui tetangga korban.

Kasatreskrim Polres Bima AKP Abdul Malik mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami motif penganiayaan yang menewaskan korban. “Kejadian kemarin (Minggu) sore. Motifnya masih diselidiki,” kata Abdul Malik, Senin (11/5).

Baca Juga: Pelajar Tewas Dikeroyok dan Ditikam di Kota Bima, Lima Remaja Ditangkap

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita di area sawah milik warga bernama Abdullah So Langguru. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban melintas di depan rumah pelaku FA. "Saat itu, FA sedang duduk di depan rumahnya," jelas Malik.

Korban kemudian menegur pelaku FA karena merasa ditatap dengan sinis. Bahkan korban sempat mengancam akan memukulnya

Pelaku FA sempat mempertanyakan sehingga korban ingin memukulnya. Setelah sempat terjadi adu mulut, korban pergi menuju area persawahan miliknya di Dusun Nggaro.

Baca Juga: Wali Kota Bima Ingatkan Dana BOS-BOP Harus Dikelola Transparan

Sekitar pukul 16.10 Wita, pelaku FA dan kakaknya Nasrullah menyusul korban sambil membawa parang. Setibanya di lokasi, mereka kembali terlibat cekcok.

Saat korban hendak mengambil kayu, pelaku langsung menebas korban pada bagian perut sebelah kiri hingga tersungkur.

"Kakak kandung korban yang datang untuk melerai juga sempat terkena sabetan parang saat mencoba menghentikan aksi pelaku," ujarnya.

Tak berhenti di situ, kedua pelaku diduga kembali membacok korban berkali-kali pada bagian wajah, kepala, dan tangan.

"Korban sempat dibawa ke Puskesmas Woha untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun korban dinyatakan meninggal dunia akibat mengalami pendarahan hebat," kata dia.

Usai menerima laporan kejadian, personel Polsek Woha langsung mendatangi lokasi dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua topi, satu unit telepon genggam merek Vivo, serta sepasang sandal jepit.

Sekitar pukul 16.50 Wita, kedua terduga pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian di bawah kendali Kapolsek Woha AKP Muhtar.

Selanjutnya, kedua pelaku diserahkan kepada Tim Puma Polres Bima untuk dibawa ke Mako Polres Bima guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Kedua pelaku masih kami periksa," tandas dia.

Editor : Jelo Sangaji
#bacok tetangga #pembacokan #Bima #pembunuhan