Tak Perlu Lagi ke Mataram, RSUD Bima Resmi Buka Layanan Cuci Darah

Jelo J • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:47 WIB
RSUD Bima kini sudah membuka layanan cuci darah. (Dok RSUD Bima)
RSUD Bima kini sudah membuka layanan cuci darah. (Dok RSUD Bima)


LombokPost-Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Bima, khususnya pasien penderita gagal ginjal kronis. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima kini resmi memiliki layanan hemodialisa atau cuci darah.

Layanan yang telah lama dinantikan masyarakat tersebut diresmikan Bupati Bima Ady Mahyudi di RSUD Bima, akhir pekan lalu. Kehadiran fasilitas ini membuat pasien yang membutuhkan terapi cuci darah tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah, termasuk ke RSUP NTB di Mataram.

Bupati Bima Ady Mahyudi memberikan apresiasi kepada manajemen RSUD Bima yang telah bekerja keras merealisasikan layanan hemodialisa tersebut.

Baca Juga: Dua Hari, Polisi di Bima Amankan Tujuh Senpi Rakitan

Menurutnya, pengoperasian layanan cuci darah menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Terutama bagi pasien yang harus menjalani terapi akibat gagal ginjal kronis.

"Kehadiran layanan ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan bagi masyarakat, khususnya pasien penderita gagal ginjal kronis," ujar Ady, beberapa hari lalu.

Dia berharap layanan hemodialisa dapat berkembang menjadi salah satu layanan unggulan RSUD Bima. Namun, predikat tersebut tidak cukup hanya dengan memiliki fasilitas dan peralatan medis.

"Predikat sebagai layanan unggulan tidak cukup hanya dengan tersedianya fasilitas. Harus dibuktikan melalui kualitas pelayanan, kompetensi tenaga kesehatan, keselamatan pasien, kedisiplinan serta kepuasan masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: DPO Pemburu Rusa Bersenpi di TN Komodo Ditangkap di Bima

Bupati juga menitipkan pesan kepada seluruh jajaran RSUD Bima agar menjadikan kepercayaan masyarakat sebagai hal utama dalam memberikan pelayanan.

"Teruslah memberikan pelayanan terbaik. Jaga integritas, jaga profesionalisme, jaga keselamatan pasien dan yang paling penting, jaga kepercayaan masyarakat," pesannya.

Direktur RSUD Bima drg Ihsan menjelaskan, rumah sakit telah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menunjang pengoperasian layanan hemodialisa.

Persiapan tersebut meliputi infrastruktur, mesin hemodialisa hingga tenaga medis yang telah mendapatkan pelatihan untuk mengoperasikan layanan tersebut.

Menurut Ihsan, pelayanan cuci darah tidak semata-mata bergantung pada keberadaan mesin dan ruangan. Sistem pelayanan dan kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor yang tidak kalah penting.

"Pelayanan hemodialisa ini bukan hanya menyangkut tersedianya mesin dan ruangan. Aspek yang jauh lebih penting adalah kesiapan sistem, kompetensi tenaga kesehatan, keselamatan pasien serta koordinasi tim dalam memberikan pelayanan," jelasnya.

Editor : Jelo J
Sumber : Liputan
Ady Mahyudi cuci darah rsud bima Bima Bupati Bima