LombokPost-Selalu ada hal yang baru yang terjadi di kawasan Masjidil Haram. Dari mulai bangunan Masjidil Haram yang terus-menerus mengalami renovasi dan perluasan hingga perlakuan para askar atau tentara yang bertugas menertibkan jemaah baik haji maupun umroh.
Berurusan dengan aksar ini adalah hal yang paling ditakuti dan dihindari para jemaah. Kesan galak, wajah ketus selalu saja diperlihatkan oleh mereka.
Bahkan mereka bisa saja dengan keji menggeret orang yang sedang berdoa atau bahkan sholat jika dianggap mengganggu ketertiban.
Tapi perlahan-lahan kesan itu mulai terkikis. Sebagai bagian dari jemaah umroh kafilah ke 3 Keluarga Besar Bank NTB Syariah bersama Muhsinin Tour and Travel. Penulis mengamati hampir tidak ada lagi Askar yang berteriak, menghardik, mengusir jemaah yang dianggap membandel.
Banyak orang bilang ada sebab ada akibat. Perubahan sikap para askar itu juga bukannya tanpa sebab. Tak tanggung-tanggung ada peran Pangeran Muhammad Bin Salman (MBS) dibalik berubahnya perlakukan askar terhadap para jemaah.
Kebetulan juga pembimbing utama jemaah umroh Kafilah ke 3 Keluarga Besar Bank NTB Syariah bersama Muhsinin Tour and Travel Ustad Ari Suhaimi, menjadi saksi mata peristiwa itu.
‘’Bulan Januari lalu. Saat di Masjidil Haram. Saya melihat MBS sedang melaksanakan tawaf. Pengawalan waktu itu ketat. Area Ka’bah di sterilkan dari jamaah umum. Tiba-tiba ada jemaah yang menerobos pengawalan. Mungkin ingin mengambil kesempatan mencium Hajar Aswat,’’ cerita Ustad Ari.
Kemudian, lanjutnya, jemaah itu dikejar dan ditangkap oleh seorang askar. Tentu saja bonus dampratan diterimah jemaah itu.
‘’Nah kejadian itu juga dilihat oleh MBS,’’ tambah Ari.
Langsung saja MBS merespon peristiwa itu. ‘’Kepada si jemaah MBS meminta maaf atas perlakuan yang diterima dari anak buahnya. Tak hanya itu. Dia juga diajak umroh bersama pangeran,’’ ucap pendakwah asal Lombok Barat ini.
Apes buat si askar. Justru dia yang kena damprat dari MBS. ‘’Tak sampai disitu. Sang askar dibawa ke pusat untuk diproses,’’ ujar Ari.
Setelah peristiwa itu. MBS lantas memberi ultimatum. Agar seluruh askar yang berada di Masjidil Haram dan dimana saja untuk memperlakukan jemaah yang datang dari segala penjuru dunia untuk diperlakukan dengan sopan.
‘’Mereka adalah tamu Allah. Sudah sepantasnya kita melayani dengan yang terbaik,’’ ujar MBS kala itu.
Ya perubahan sikap itu disaksikan oleh penulis. Seperti ketika jemaah Muhsinin Tour and Travel saat melakukan ibadah Sholat Tahajud dan Witir.
Beberapa kali Ustad Ari dipanggil untuk diperingati. Tentu tidak lagi dengan pasang muka marah. Si askar berdialok dengan halus dan bahkan memberikan masukan menunjukkan dimana tempat yang baik untuk melaksanakan Tahajud dan Witir berjemaah.
Kini dibawah kepemimpinan Sultan Muhammad Bin Salman. Negeri ini (Arab Saudi,red) mulai tampak perubahan signifikan.
Apalagi, perubahan itu juga terangkum Visi Kerajaan 2030 yang bertujuan untuk menerima 30 juta pengunjung di 2030 nanti.
Kehadiran Sultan Muhammad Bin Salman ini, membuat pelayanan ibadah haji dan umrah tidak kaku lagi. Ini merupakan gambaran Arab Saudi sudah semakin terbuka.
Editor : Alfian Yusni