LombokPost - PM Israel kabur? Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meninggalkan Israel pada Jumat pagi (14/6), menggunakan pesawat kenegaraan Zion Wing menuju Amerika Serikat.
Keberangkatan mendadak ini dikawal dua jet tempur Israel, memunculkan spekulasi kuat bahwa PM Israel kabur ke AS karena tekanan internasional dan ancaman penangkapan dari Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC).
Menurut laporan i24NEWS, Zion Wing saat ini sudah berada di udara dan menuju Washington dengan jalur yang tak biasa.
Lintasan penerbangan menghindari wilayah negara-negara anggota Statuta Roma, sebagai bentuk antisipasi bila ICC benar-benar mengeksekusi surat penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang di Gaza.
Sumber Reuters menyebutkan bahwa PM Israel kabur ke AS juga berkaitan dengan misinya untuk memperkuat hubungan dengan pemerintahan Donald Trump dan membahas lanjutan perang melawan Hamas.
Netanyahu dijadwalkan bertemu langsung dengan Trump, sekaligus menyuarakan keprihatinan Israel terhadap ancaman Iran.
Netanyahu sebelumnya mengklaim bahwa Washington telah diberitahu terkait serangan Israel ke Iran beberapa waktu lalu.
Namun, mantan Presiden Trump menyangkal terlibat langsung dan hanya mengaku "memberi ruang" untuk diplomasi. Saat ini, Netanyahu juga tengah mencari dukungan politik atas klaim "kemenangan Israel atas Hamas".
Keberangkatan PM Israel ke AS ini menjadi sorotan dunia, mengingat ICC secara resmi telah mengeluarkan surat perintah penangkapan atas dirinya.
Dalam kondisi demikian, banyak analis menilai langkah Netanyahu sebagai upaya menyelamatkan diri dan membangun perlindungan politik di luar negeri.
ICC Siap Tangkap Netanyahu
Mahkamah Kejahatan Internasional menyatakan Netanyahu sebagai tersangka atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
PM Israel dituduh bertanggung jawab atas blokade bantuan kemanusiaan, serangan brutal, dan pembunuhan warga sipil Palestina.
Dengan status tersebut, Netanyahu berisiko ditangkap bila berada di wilayah negara-negara yang tergabung dalam Statuta Roma.
Itulah mengapa rute penerbangan Zion Wing ke AS kali ini melewati pangkalan-pangkalan militer AS sebagai zona aman darurat.
Zion Wing, Jet Tempur, dan Misi Politik
Keberangkatan PM Israel ke AS bukan hanya soal pelarian. Ini juga mencerminkan strategi politik global Netanyahu. Ia berambisi menjadikan kunjungan ini sebagai momen diplomatik penting untuk:
Memperkuat koalisi pro-Israel di bawah Trump
Mendorong penyelesaian tebusan Gaza
Menyerang balik kritik internasional
Namun demikian, sorotan publik justru tertuju pada pertanyaan utama: Apakah PM Israel kabur dari negaranya sendiri?
PM Israel Kabur atau Misi Negara?
Dengan situasi genting, PM Israel Benjamin Netanyahu tinggalkan negaranya menuju AS, menggunakan pesawat Zion Wing dan dikawal jet tempur.
Di tengah ancaman penangkapan oleh ICC dan tekanan global atas aksi militer Israel, kunjungan ini mengaburkan batas antara misi diplomatik dan upaya pelarian politik.
Netanyahu ke AS bukan sekadar kunjungan kerja, tapi juga bisa menjadi upaya menyelamatkan diri dari jeratan hukum internasional. Dunia menanti, apakah PM Israel benar-benar kabur, atau sedang menyusun strategi global baru? (***)
Editor : Alfian Yusni