Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Trump Blunder! Serangan ke Iran Bikin Amerika Terbelah, Situasi Makin Gila!

Lalu Mohammad Zaenudin • Minggu, 22 Juni 2025 | 13:06 WIB

Protes warga AS terhadap keterlibatan negerinya sendiri dalam mendukung Israel pada 18 Juni 2025
Protes warga AS terhadap keterlibatan negerinya sendiri dalam mendukung Israel pada 18 Juni 2025

Trump Dinilai Blunder karena Turut Campur Perang Iran, Situasi AS Kini Kacau!

 

Washington, 22 Juni 2025

LombokPost - Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump, kembali bikin geger dunia.

Dalam hitungan jam, ia memerintahkan militer AS mengebom tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan dengan rudal bunker-buster.

Di Gedung Putih, Trump membusungkan dada: serangan itu, katanya, telah “menghancurkan total” mimpi nuklir Teheran.

Tapi di rumah sendiri, Trump dituduh menelan ludah sendiri.

Awal Januari lalu, dia sesumbar bahwa “suksesnya pemimpin diukur dari konflik yang dicegah, bukan diperbanyak.”

“Sekarang dia sendiri menginjak sumpahnya,” sindir Ken Martin, Ketua Komite Nasional Demokrat.

Ia menegaskan rakyat AS muak berperang dan menanggung biaya jutaan dolar untuk konflik luar negeri tanpa restu Kongres.

Langkah Trump jadi peluru baru untuk sayap progresif Partai Demokrat.

Senator Bernie Sanders membakar amarah pendukungnya:

"Mendukung perang Netanyahu dengan Iran adalah blunder terbesar Trump. Ini bukan membawa perdamaian, ini menyeret kita ke jurang konflik baru.”

Senator Peter Welch dari Vermont mengingatkan, pengeboman itu justru memancing balasan Iran.

Ro Khanna, anggota DPR California, malah menyiapkan RUU lintas partai untuk menggugat legalitas serangan.


“Uang pajak rakyat seharusnya untuk rakyat sendiri, bukan dibakar di padang pasir Iran,” cetusnya.

Dari Capitol Hill, desakan untuk voting makin nyaring. Tim Kaine, Senator Virginia, menggugat:

“Apakah kita mau terjun ke perang Timur Tengah ketiga? Rakyat berhak tahu!”

Chuck Schumer, Pemimpin Mayoritas Demokrat, berusaha berdiri di tengah: mendukung Israel membela diri, tapi khawatir AS makin terseret.

Di luar gedung parlemen, suara pemilih juga panas.

Survei Pearson Institute/AP-NORC terbaru mencatat: setengah basis Demokrat menganggap Amerika terlalu royal mendanai Israel.

Meski 6 dari 10 masih yakin Iran musuh nomor satu, tapi loyalitas untuk terus membiayai konflik terus merosot.

Joel Rubin, mantan pejabat era Obama, mengingatkan:

"Basis progresif sudah jenuh perang Gaza. Kalau sekarang diseret lagi ke Iran, backlash-nya bisa membalik peta suara.”

Diamnya para bintang Demokrat yang sedang mengincar kursi Capres 2028 menandakan kusutnya situasi.

Terlalu keras menentang, dicap anti-Israel.

Terlalu lunak, bisa kena kritik progresif. Jalan tengah? Sulit di tahun politik.

Langkah Trump di Iran jadi ujian brutal bagi retorika “Make America Great Again” di panggung pilpres mendatang — atau justru bakal memakan elektabilitasnya sendiri.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#serangan as #Blunder trump #kongres as #Timur Tengah #Israel #iran #Perang Israel dan Iran #as #nuklir iran #Donald Trump #konflik iran #konflik