Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berebut kepemilikan prasasti peninggalan Kekaisaran Utsmaniyah tersebut.
Dilansir dari AFP, Netanyahu mengungkapkan upayanya untuk membawa pulang artefak bersejarah itu ke Israel. Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Presiden Erdogan.
“Yerusalem adalah kehormatan, martabat, dan kemuliaan seluruh umat manusia dan umat Islam. Tapi dia dengan tanpa malu terus mengejar prasasti itu. Kami tidak akan memberimu prasasti itu, bahkan tidak sebutir kerikil pun dari Yerusalem,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat (19/9).
Prasasti Siloam, Artefak Penting Abad ke-8 SM
Prasasti Siloam adalah artefak berbahasa Ibrani yang diperkirakan dipahat pada sekitar abad ke-8 SM.
Artefak ini ditemukan pada tahun 1880 di dalam Terowongan Siloam di Yerusalem, ketika wilayah tersebut masih berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Utsmaniyah.
Netanyahu menyebut Prasasti Siloam sebagai salah satu penemuan arkeologis paling penting bagi Israel setelah Gulungan Laut Mati.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 1998, ia pernah mengajukan proposal pertukaran artefak. Israel menawarkan sejumlah artefak Ottoman sebagai kompensasi agar prasasti tersebut dapat dikembalikan.
Namun, tawaran itu ditolak oleh Turki. Hingga kini, prasasti tersebut tetap menjadi objek perselisihan antara kedua negara.
Editor : Redaksi Lombok Post