LombokPost - Perusahaan infrastruktur kendaraan listrik terkemuka asal Amerika Serikat, ChargePoint, mengumumkan kemajuan teknologi yang berpotensi merevolusi pengalaman pemilik kendaraan listrik (EV) di seluruh dunia.
Dengan kemampuan mengisi daya dari kosong hingga penuh dalam waktu sekitar 10 menit, terobosan ini diperkirakan dapat mendorong adopsi EV lebih cepat di berbagai negara.
Dilansir dari The Cool Down, ChargePoint berencana meluncurkan stasiun pengisian baru bernama ChargePoint Express Grid pada paro kedua tahun ini.
Sistem tersebut menggunakan DC fast charger 600 kilowatt (kW) dengan durasi pengisian mirip pengisian bahan bakar konvensional. Jadi, pemilik EV tidak perlu menunggu lama.
Menurut laporan The Tennessean, pengisian EV dengan Express Grid kini dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.
”Bahkan lebih cepat daripada menyelesaikan secangkir kopi pagi,” tulis The Tennessean.
Survei menyebut, 42 persen pemilik EV mengutamakan kecepatan pengisian saat memilih stasiun umum, menegaskan pentingnya inovasi ini bagi keputusan membeli EV.
”ChargePoint Express versi terbaru, khususnya varian Express Grid, akan membawa pengisian cepat DC ke tingkat kinerja dan biaya yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan,” kata Kepala ChargePoint Rick Wilmer.
Wilmer menambahkan bahwa kolaborasi ChargePoint dengan Eaton, perusahaan manajemen energi global, telah menghadirkan ”grid listrik cerdas”.
Yaitu memungkinkan pengisian cepat terintegrasi dengan energi terbarukan dan jaringan lokal, sekaligus mengurangi biaya operasional stasiun pengisian. (din/dns/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida