Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemerintah Falkland Kecewa atas Spanduk Pemain Argentina, Minta FIFA Tindak Sesuai Aturan

Kimda Farida • Jumat, 17 Juli 2026 | 14:06 WIB
Protes dari Pemerintah Falkland terhadap aksi sejumlah pemain timnas Argentina yang membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" seusai semifinal melawan Inggris.
Protes dari Pemerintah Falkland terhadap aksi sejumlah pemain timnas Argentina yang membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" seusai semifinal melawan Inggris.

 

LombokPost--Pemerintah Falkland Islands menyatakan kekecewaannya setelah sejumlah pemain tim nasional Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" ("Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina") usai pertandingan semifinal melawan Inggris.

Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Falkland menilai aksi tersebut telah membawa isu politik ke dalam dunia sepak bola. Mereka meminta FIFA menangani insiden tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku serta menegaskan bahwa olahraga seharusnya dipisahkan dari kepentingan politik.

Aksi para pemain Argentina itu langsung memicu perdebatan di media sosial, terutama di Inggris. Sejumlah pengguna media sosial bahkan menyerukan agar izin kerja para pemain yang berkarier di klub-klub Liga Inggris dicabut. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Inggris, klub terkait, maupun otoritas ketenagakerjaan mengenai tuntutan tersebut.

Beberapa pemain yang disebut ikut membentangkan spanduk tersebut antara lain Cristian "Cuti" Romero (Tottenham Hotspur), Lisandro Martínez (Manchester United), Enzo Fernández (Chelsea), Alexis Mac Allister (Liverpool), dan Valentín "El Colo" Barco (Chelsea).

Polemik ini juga menghidupkan kembali pembahasan mengenai regulasi FIFA terkait larangan penyampaian pesan atau demonstrasi yang bermuatan politik dalam pertandingan maupun kegiatan resmi sepak bola. Aturan tersebut mencakup penggunaan spanduk, kaus, ban lengan, maupun bentuk ekspresi lain yang mengandung pesan politik.

Sebagai perbandingan, dua pemain tim nasional Spanyol, Rodri dan Álvaro Morata, sebelumnya dijatuhi sanksi larangan bermain satu pertandingan setelah menyanyikan slogan "Gibraltar adalah milik Spanyol" saat perayaan gelar Euro 2024.

Baca Juga: Spanduk "Kepulauan Malvinas Milik Argentina" Picu Polemik, Sejumlah Pemain Liga Inggris Jadi Sorotan

Hingga artikel ini ditulis, FIFA belum mengumumkan adanya penyelidikan maupun sanksi terhadap para pemain Argentina terkait insiden tersebut. Karena itu, berbagai spekulasi mengenai kemungkinan hukuman masih menunggu keputusan resmi dari badan sepak bola dunia tersebut.

Sengketa Malvinas Masih Menjadi Isu Sensitif

Kepulauan Malvinas—yang di Inggris dikenal sebagai Falkland Islands—merupakan wilayah yang telah lama menjadi sengketa kedaulatan antara Argentina dan Inggris. Perselisihan mengenai kepemilikan wilayah tersebut telah berlangsung selama beberapa dekade dan pernah memicu konflik bersenjata pada 1982.

Karena latar belakang sejarah tersebut, setiap simbol, pernyataan, maupun slogan yang berkaitan dengan Malvinas atau Falkland Islands hampir selalu memicu respons politik dan diplomatik dari kedua belah pihak.

Polemik spanduk yang dibawa para pemain Argentina pun kembali menunjukkan bahwa isu tersebut masih menjadi salah satu topik paling sensitif dalam hubungan Argentina dan Inggris.

Editor : Kimda Farida
Sumber : berbagai sumber
Kepulauan Malvinas Falkland Islands Argentina inggris FIFA