Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Minyak Goreng Mahal, Dewan Minta Dinas Pelototi Spekulan Nakal

Baiq Farida • Kamis, 6 Januari 2022 | 15:26 WIB
Ilustrasi Minyak Goreng (Dok. Lombok Post)
Ilustrasi Minyak Goreng (Dok. Lombok Post)
MATARAM-Lonjakan harga minyak goreng baik kemasan atau curah dalam beberapa waku terakhir, mendapat sorotan dari Anggota Komisi II DPRD NTB. Bahkan diprediksi Kementerian Perdagangan RI kenaikan terus terjadi hingga triwulan pertama tahun 2022.

Sebagaimana diketahui, lonjakan harga minyak goreng sudah menembus hingga Rp 40 ribuan untuk minyak goreng kemasan, sementara minyak goreng curah mencapai Rp 20 ribu per kilogram (kg) di pasar tradisional.

Anggota Komisi II DPRD NTB Yek Agil menyampaikan, kenaikan harga minyak goreng disebabkan oleh tren lonjakan harga sejumlah komoditas, khususnya minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO). Kenaikan CPO ini turut dialami seluruh dunia, yang mempengaruhi peningkatan biaya produksi dan berdampak pada kenaikan harga minyak.

“Kenaikan juga dipengaruhi naiknya harga substitusi bahan-bahan kebutuhan minyak goreng, yaitu kedelai dan biji bunga matahari. Karena ini bersifat global, kita tidak bisa menghindari (kenaikan harga, Red) apalagi demand meningkat supply turun atau terbatas,” paparnya, Kamis (6/1/2021).

Anggota DPRD NTB dapil Lombok Tengah ini berharap, Dinas Perdagangan NTB gencar memastikan ketersediaan minyak goreng di tengah masyarakat dengan harga terjangkau. Pastikan pula tidak adanya spekulan yang mengambil manfaat atau keuntungan dari kenaikan harga. Dimana bisa berdampak pada kelangkaan barang membuat harga minyak goreng semakin melonjak tajam.

Sementara kepada masyarakat, Yek Agil mengimbau, untuk tidak melakukan panic buying (pembelian karena panik) dengan membeli minyak secara berlebihan. Dikhawatirkan sikap ini akan memperparah kelangkaan minyak goreng dan meningkatkan harga minyak goreng.

“Masyarakat juga untuk lebih bijak menggunakan minyak goreng, berhemat-hematlah sesuai kebutuhan,” tandas ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB ini. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida
#harga minyak goreng #yek agil