Sebagian besar PMI berasal dari Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Barat. Sekadar diketahui FGV Plantation merupakan salah satu perusahaan profesional dan terbesar di Malaysia. “Jumlah yang diminta tahun 2022 ini sebanyak 4 ribu PMI,” jelasnya.
PT Pamor hingga pemberangkatan ke 5 telah memberangkatkan 500 PMI. Kuota yang diberikan sebanyak 1800 PMI. “Tahun (2022, Red) ini kami menargetkan 800 orang,” jelasnya.
Semua biaya ditanggung menyangkut kebutuhan hidup PMI gratis. Mereka sebelumnya, telah menjalani proses seleksi hingga akhirnya menandatangani kontrak. “FGV Plantation yang mencarter pesawat,” jelasnya.
Beberapa hal yang gratis atau zero cost dibiayai oleh perusahaan antara lain transportasi lokal, medical check up, Pasport, asuransi pra, asuransi purna, sistem sidik jari, single entry Visa, tiket pesawat. “Hingga kebutuhan hidup pertama kali datang ke Malaysia,” jelasnya.
Tri mengestimasi, total biaya yang digratiskan setiap PMI mencapai Rp 9 juta. “Jadi semua gratis,” tekannya lagi.
Gaji yang diterima PMI sebesar RM 1500. Dengan rincian kerja sehari 8 jam dan untuk 26 hari kerja. “Mereka akan menuju Semenanjung, Malaysia,” paparnya.
Para PMI direkrut menggunakan One Channel System, seperti yang telah disepakati antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia. Para PMI akan menjalani kontrak 2 tahun. Mereka diingatkan selama bekerja untuk tidak kabur dari perusahaan. Bila ada persoalan dipersilakan mengadukan pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Tri menyampaikan terima kasih pada Pemerintah yang telah membantu proses lancarnya pengiriman PMI. Ia berharap hal ini dapat membantu memperbaiki ekonomi masyarakat. “Pemerintah telah banyak membantu,” ungkapnya.
Rudi Hartawan, PMI asal Pelambek, Gubuk Lantan, Lombok Tengah, mengungkapkan keberangkatan ke Malaysia ini merupakan pengalaman pertama kalinya. Ia juga menyampaikan seluruh biaya administrasi dan pemberangkatan ditanggung perusahaan. “Proses yang saya jalani sekitar 3 bulan (untuk persiapan pemberangkatan), lewat PT Pamor,” jelasnya.
Tujuannya berangkat ke Malaysia diungkapkan memperbaiki ekonomi. Keputusannya semakin yakin menyusul adanya jaminan hidup dan gaji yang layak bekerja di negeri Jiran. “Saya sudah menikah satu tahun, bekerja untuk perbaikan ekonomi keluarga,” paparnya.
Dituturkannya, proses pemberangkatan semua berjalan lancar. Tidak ada hambatan yang serius. “Mulai dari Medical dan lain sebagainya semua berjalan lancar,” jelasnya.
Senada yang disampaikan PMI yang lain, Masrudin mengatakan tujuan keberangkatan memperbaiki ekonomi. Ia sebelumnya telah bekerja di Malaysia. Dan berhasil mendapatkan penghasilan yang layak untuk perbaikan ekonomi keluarganya. “Pelayanan (PT Pamor) Alhamdulillah cukup bagus,” pujinya. (zad/r10) Editor : Baiq Farida