Dikatakannya, Tenun Renda merupakan kain tenun dengan kulaitas bahan yang bagus dan tebal. Harga jualnya mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 2 juta per lembarnya.
Harga jual ini tak lepas dari proses pembuatan Tenun Renda itu sendiri. Pengerjaan satu lembar kain Tenun Renda bisa menghabiskan waktu hingga enam hari lamanya. ”Sebab itu harus ada kepastian perlindungan karya cipta terhadap produk tenun ini,” tegasnya.
Selain perlindungan karya cipta, persoalan lain yang harus disikapi yakni sumber daya modal dan pemasarannya. Pihaknya berharap program Jumat Salam dan Jumat Belondong Pemprov NTB bisa menjawab persoalan ini nantinya.
Pj Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan, program Jumat Salam dan Jumat Belondong akan diluncurkan 27 November mendatang. Melalui program tersebut, pihaknya bersama BUMN/BUMD turun ke desa-desa untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. ”Gunakan Tembe (sarung tenun, Red) Renda maupun Nggoli, bela beli produk masyarakat kita sendiri,” serunya.
Dikatakannya, pada masa mendatang ekonomi stabil dengan investasi yang akan hadir. Kesejahteraan masyarakat Pulau Sumbawa bisa meningkat jika menghasilkan pasar dengan banyak kegiatan ekonomi hingga pertemuan-pertemuan nasional. ”Nantinya pada saat kegiatan Jumat Belondong di Bima harus menggunakan Sarung Tenun Renda dan Sarung Tenun Ranggo,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post