LombokPost-Balai Kemasan Produk Daerah (BKPD) Dinas Perindustrian NTB direvitalisasi Kementerian Perindustrian RI. Revitalisasi ini menelan anggaran hingga belasan miliar rupiah.
Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti mengatakan, proses revitalisasi rumah kemasan ini sedang dalam proses pendaftaran lelang. Pembangunannya ditargetkan sudah rampung sebelum peresmiannya pada 17 Agustus mendatang. ”Anggarannya Rp 17 miliar, targetnya 17 Agustus itu sudah langsung berjalan,” ujarnya, Rabu (10/1).
Revitalisasi tersebut mencakup pembangunan gedung dan penambahan sejumlah mesin-mesin pengemasan. NTB menjadi salah satu dari delapan provinsi yang dipilih Kemenperin RI untuk mendapat anggaran revitalisasi.
Balai Kemasan ini, kata perempuan berhijab itu akan satu komplek dengan Sekretariat Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB. Bangunan baru BKPD ini menggunakan gedung lantai dua, dan dilengkapi dengan mesin-mesin untuk membuat kemasan produk-produk lokal. Baik itu makanan, minuman, kriya, dan lainnya. ”Jadi tidak perlu ke luar daerah lagi, di balai kemasan itu akan ada semuanya nanti,” bebernya.
Kelebihan yang bisa dirasakan pelaku usaha NTB di balai kemasan yang baru ini adalah tanpa minimum order. Artinya, berapa pun pemesanan kemasan yang dilakukan, akan tetap dilayani. ”Jadi master plan dan DED-nya itu sudah selesai semua tinggal proses pengajuan untuk lelang saja nanti,” jelasnya.
”Lelang di daerah karena sumber anggarannya dari DAK yang memang bersumber dari Kementerian Perindustrian,” imbuhnya.
Lebih lanjut, rumah kemasan ini merupakan inovasi untuk membantu pelaku UMKM dalam mengemas produk agar terlihat lebih menarik. Sehingga dapat meningkatkan harga jual, yang nantinya akan mendukung pertumbuhan ekonomi.
BKPD NTB melayani 435 pelaku IKM selama tahun 2023, dan ditargetkan akan melayani lebih banyak lagi pelaku IKM lokal. Balai Kemasan dijadikan sebagai tempat pembinaan, pemberdayaan, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) para pelaku UMKM dan IKM.
Balai Kemasan ini juga memberikan layanan pembuatan desain kemasan, merek, logo, etiket, dan re-desain, serta promosi produk IKM. Selain itu, tempat ini menjadi sumber informasi tentang bahan pangan dan kemasan, produk pangan, keamanan pangan, alat, mesin, proses kemasan, produk kemasan, dan proses perizinan makanan dan minuman.
Dengan potensi besar NTB, balai kemasan diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi UMKM dan IKM. Seperti halnya kualitas, pemasaran, promosi, desain, merek, logo, etiket, dan kurangnya pengetahuan terhadap produk dan kemasan. ”Harapannya, dukungan dari Kementerian Perindustrian akan membantu UMKM dan IKM NTB untuk berkembang dan bersaing dengan produk dari luar,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Rury Anjas Andita